Home » Skripsi Akuntansi » ANALISIS PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) SEBELUM DAN SESUDAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN TAHUN 2000

ANALISIS PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) SEBELUM DAN SESUDAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN TAHUN 2000

Statistik

  • 1,573,385 Kunjungan

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Pendapatan negara merupakan suatu hal yang sangat penting guna membiayai pembangunan dan menjalankan roda pemerintahan. Pendapatan negara mempunyai berbagai macam sumber, baik dari sektor migas maupun non migas. Penerimaan dari sektor migas sangat besar, tetapi sektor migas tidak dapat kita andalkan sebagai sumber utama penerimaan secara terus menerus karena persediaan sumber daya migas dari waktu ke waktu semakin menipis, oleh karena itu pemerintah harus berusaha mengoptimalkan penerimaan dari sektor non migas. Salah satu cara mengoptimalkan penerimaan dari sektor non migas adalah penerimaan melalui sektor pajak karena pajak dapat dikatakan sebagai kunci bagi pembangunan di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Langkah kebijakan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak kerap dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan penerimaan dari sektor pajak. Langkah ekstensifikasi dilakukan dengan tujuan untuk memperbanyak atau menambah jumlah wajib pajak yang belum terjaring padahal mereka telah memenuhi persyaratan menjadi Wajib Pajak sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan, sedangkan intensifikasi pajak dilakukan dengan tujuan untuk mengefektifkan proses pemungutan pajak terhadap subyek serta obyek pajak yang sudah ada dan sudah dikenakan pajak sebelumnya.

      Sejak 1984, pemerintah terus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan penerimaan pajak. Terobosan itu dimulai dengan Tax Reform terhadap aturan perundang-undangan pajak sampai dengan berbagai jenis insentif pajak lainnya. Undang-undang perpajakan hasil Tax Reform akhir 1993 beserta perubahannya berupa perluasan dari obyek pajak dan kenaikan tarif yang dilakukan pada tahun 1988 dan 1991 telah menghasilkan peningkatan penerimaan pajak, bahkan melampaui rencana penerimaan yang telah ditetapkan dalam APBN tahunan. Reformasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi perekonomian nasional dan mendorong peningkatan iklim investasi di Indonesia. 

      Pada tahun 2000 reformasi pajak dilakukan dengan cara mencari obyek pajak yang potensial dalam rangka menghimpun dana dan mendorong pemulihan perekonomian. Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan  mengenakan tarif berbeda pada wajib pajak perorangan dan wajib pajak badan, disamping itu untuk wajib pajak badan, lapisan pajak yang dikenakan berbeda. Diharapkan dengan tarif yang baru ini maka wajib pajak badan dapat lebih diuntungkan sehingga penerimaan dari wajib pajak badan lebih meningkat (Radianto, 2004).

      Ikhsan (2001) menyatakan bahwa pajak itu haruslah bersifat netral dan adil, juga tidak dibenarkan apabila membuat aturan perpajakan secara secara tiba-tiba, karena pajak pada dasarnya sangat sensitif bagi masyarakat. Bagi perusahaan, pajak berdampak terhadap laba setelah pajak (earning after tax/EAT) dan pada akhirnya akan berdampak terhadap kinerja keuangan perusahaan.

      Investor pada dasarnya lebih banyak memanfaatkan situasi pasar untuk memprediksi dan melakukan penilaian terhadap surat berharga, namun demikian kinerja perusahaan menjadi faktor yang dapat dipertimbangkan investor dan yang secara internal mencerminkan efektif tidaknya pengelolaan perusahaan, yang pada akhirnya mampu menaikkan kesejahteraan pemegang saham. Salah satu cara untuk menilai dan mengetahui kinerja perusahaan adalah dengan melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalam rasio-rasio keuangan perusahaan. Dengan rasio-rasio keuangan ini, kondisi dan potensi suatu perusahaan dapat diketahui. Rasio keuangan merupakan persentase sebagai hasil perbandingan antara pos perkiraan tertentu yang tercantum dalam laporan keuangan suatu perusahaan, yang terdiri dari neraca dan laba rugi. Setiap rasio keuangan mempunyai arti dan maknanya masing-masing dalam menganalisis kondisi dan posisi keuangan perusahaan.

      Halim dan Soelistyo (1999) menyatakan salah satu pihak yang berkepentingan dengan informasi rasio keuangan adalah para investor dan calon investor atas perusahaan-perusahaan yang go public. Dengan informasi ini mereka dapat mengetahui kinerja perusahaan-perusahaan tersebut. Investor berharap mendapatkan hasil atau yields atas investasi yang mereka lakukan. Hasil yang diharapkan oleh para investor terdiri atas dua macam, yaitu dividen dan selisih harga atau capital gain. Menurut Anwar (1995) pengaruh perubahan undang-undang pajak terhadap investasi paling tidak harus dilihat dari dua segi, yaitu pertama, meningkatnya internal rate of return after tax yang pada gilirannya cateris paribus akan memperbanyak kegiatan ekonomi menjadi feasible; dan kedua, meningkatnya tabungan masyarakat di satu pihak akan memperbesar sumber pembiayaan investasi internal bagi badan usaha. 

      Penelitian dengan tujuan untuk melihat pengaruh diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000 terhadap kinerja perusahaan pernah dilakukan sebelumnya pada pasar modal Indonesia. Radianto (2004) telah melakukan penelitian mengenai efisiensi perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebelum dan sesudah diberlakukannya undang-undang perpajakan tahun 2000. Hasil penelitiannya memberikan fakta bahwa secara umum pemberlakuan Undang-Undang perpajakan tahun 2000 belum dapat meningkatkan efisiensi perusahaan perbankan yang terdaftar di BEJ. 

     Ika (2005) melakukan penelitian pengaruh penerapan Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000 terhadap kinerja perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Kinerja perusahaan diukur dari tingkat current ratio, leverage ratio, gross profit margin, operating profit margin, total asset turnover, return on investment, dan return on equity. Hasil penelitian memberikan fakta bahwa secara umum terdapat perbaikan kinerja perusahaan pasca penerapan Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000. 

      Berdasarkan pada latar belakang dan hasil penelitian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perubahan lapisan tarif pajak penghasilan badan terhadap profitabilitas keuangan perusahaan manufaktur, dengan judul penelitian “Analisis Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Yang Go Public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Sebelum dan Sesudah Diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2000”.

 

1.2  Motivasi Penelitian 

 Peneliti ingin menguji apakah dengan adanya reformasi perpajakan tahun 2000 dapat memberikan keadilan bagi wajib pajak dimana keadilan tersebut dapat diartikan bahwa setiap wajib pajak akan dikenakan pajak sesuai dengan kewajiban yang harus dipikul, sehingga dapat mendorong efisiensi bagi wajib pajak di Indonesia dalam menjalankan bisnisnya. 

      Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Ika (2005)  dengan maksud untuk menguji apakah memang terdapat perbaikan profitabilitas perusahaan-perusahaan yang go public sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000 sehingga dapat dilihat apakah tujuan pemerintah dalam memberlakukan undang-undang tersebut terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan mendorong iklim investasi di Indonesia. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Ika (2005) terletak pada pengukuran profitabilitas perusahaan, yaitu pengukuran profitabilitas perusahaan dari tingkat gross profit margin ratio, operating profit margin ratio, return on equity ratio, dan  return on investment ratio.

 

1.3 Perumusan Masalah 

      Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dapat diketahui bahwa pengukuran profitabilitas keuangan perusahaan sangatlah penting karena dengan mengetahui profitabilitas keuangan perusahaan, kondisi dan potensi suatu perusahaan dapat diketahui dan diprediksi. Oleh karena itu beberapa masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah : 

1.      Apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Gross Profit Margin Ratio pada perusahaan manufaktur yang go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000? 

2.      Apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Operating Profit Margin Ratio pada perusahaan manufaktur yang go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000? 

3.      Apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Return on Investment Ratio pada perusahaan manufaktur yang go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000? 

4.      Apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Return on Equity Ratio pada perusahaan manufaktur yang go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan No. 17 Tahun 2000? 

 

1.4. Pembatasan Masalah 

            Pembahasan dalam penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :

1.      Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta. 

2.      Periode pengamatan dibatasi selama 2 (dua) tahun sebelum terjadinya perubahan lapisan tarif pajak (1999-2000), dan 2 (dua) tahun sesudah terjadinya perubahan lapisan tarif pajak (2001-2002). 

3.      Rasio keuangan yang digunakan adalah rasio profitabilitas meliputi: Gross Profit Margin Ratio, Operating Profit Margin Ratio, Return on Investment Ratio, Return on Equity Ratio 

 

1.5. Tujuan Penelitian 

      Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1.      Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Gross Profit Margin Ratio pada perusahaan-perusahaan go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2000. 

2.      Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Operating Profit Margin Ratio pada perusahaan-perusahaan go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2000. 

3.      Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Return on Investment Ratio pada perusahaan-perusahaan go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2000. 

4.      Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan profitabilitas berdasarkan Return on Equity Ratio  pada perusahaan-perusahaan go public di BEJ sebelum dan sesudah diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2000. 

 

1.6. Manfaat Penelitian 

       Dengan adanya hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat :

1. Bagi Pemerintah

Hasil penelitian ini memiliki manfaat penelitian yang dapat digunakan mengenai profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public atas keputusan pemerintah setelah adanya perubahan lapisan tarif pajak.. 

2. Bagi Akademik

Hasil penelitian ini juga memiliki manfaat penelitian yang dapat digunakan sebagai khasanah pustaka dan bahan referensi untuk pengembangan penelitian selanjutnya.


37 Comments

  1. diki says:

    bisa tolong kirimin yang lengkap ke email saya??

  2. ikrimah says:

    saya mw tnya, cra dapetin skripsi dgn topik ini gmn ya, kirim lengkap k email saya donk bwt referensi penelitian skripsi saya,
    tengkyu

  3. shahir tanda says:

    bs kirim lebih lengkap ke emmail saya?

    thank sebelumnya

  4. veronica says:

    bisa tolong kirim soft copy nya ga k email saya?

  5. septavia mustika sari says:

    bisa tolong kirim lengkap ke email saya?
    terima kasih

  6. christin says:

    bs kirim lebih lengkap ke emmail saya?

    thank sebelumnya

  7. ginisani says:

    bisa tolong kirimin yang lengkap ke email saya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: