Home » Tesis Magister Hukum bisnis » UPAYA PENEGAKAN HUKUM SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG PATEN DI KOTA SURABAYA

UPAYA PENEGAKAN HUKUM SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG PATEN DI KOTA SURABAYA

Statistik

  • 1,573,385 Kunjungan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
HAKI dapat diartikan sebagai hak atas kepemilikan terhadap karya-karya yang timbul atau lahir karena adanya kemampuan intelektualitas manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Karya-karya tersebut merupakan kebendaan tidak berwujud yang merupakan hasil kemampuan intelektualitas seseorang atau manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui daya cipta, rasa, karsa dan karyanya (Bambang Kesowo, 1994), yang memiliki nilai-nilai moral, praktis dan ekonomis. Pada dasarnya yang termasuk dalam lingkup HAKI adalah segala karya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan melalui akal atau daya pikir seseorang. Hal inilah yang membedakan HaKI dengan hak-hak milik lainnya yang diperoleh dari alam.
Paten merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual yang merupakan basis industri modern. Dikatakan basis karena paten menjadi dasar pertumbuhan industri secara modern yang bersumber pada penemuan baru, teknologi canggih, kualitas tinggi, dan standar mutu. Industri modern mampu berkembang, mampu menembus segala jenis pasar, produk yang dihasilkan bernilai tinggi, dan dapat menghasilkan keuntungan besar. Hal ini berlawanan dengan industri tradisional yang bersumber pada penemuan tradisional, teknologi sederhana, kualitas rendah, tidak ada standar mutu. Industri tradisional sulit berkembang dan hanya dapat menembus pasar tradisional (lokal), tetapi sulit menembus pasar modern karena produk yang dihasilkan tidak mempunyai mutu standar. Dengan demikian makin tinggi kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi, akan makin maju perkembangan industri suatu negara.
Namun demikian tidak setiap negara mempunyai sendiri teknologi yang dibutuhkan untuk mengembangkan industri di negaranya. Oleh karena itu biasanya negara tersebut akan mengimpor teknologi dari negara yang telah mempunyai teknologi yang dibutuhkannya. Di lain pihak bagi negara yang mempunyai teknologi yang sudah maju, biasanya mempunyai keinginan untuk mengembangkan pasar yang dimilikinya ke manca negara. Sebagai solusi bagi kedua belah pihak, maka ada lisensi. Melalui lisensi paten, sebuah teknologi dapat berkembang di dalam negeri dan ke manca negara. Berdasarkan lisensi paten, sebuah invensi dapat menjadi sumber kekayaan material bagi inventor dan pemegang hak paten dalam bentuk imbalan royalti. Sedangkan bagi pemegang lisensi paten, invensi merupakan sumber keuntungan ekonomi karena ikut memproduksi dan/atau memasarkan produk kepada konsumen.
Agar sebuah paten dapat benar-benar berkembang di dalam negeri dan ke manca negara dibutuhkan perlindungan hukum terhadap invensi tersebut. Inilah yang disebut dengan aspek hukum paten. Latar belakang perlunya aspek hukum paten bermula dari pertimbangan bahwa sebuah invensi merupakan hasil kemampuan berpikir (daya kreasi) seorang inventor. Hasil kemampuan berpikir tersebut hanya dimiliki oleh inventor secara khusus (exclusive) yang kemudian diwujudkan dalam bentuk invensi. Invensi adalah hak milik material (berwujud), di atas hak milik material tersebut melekat hak milik immaterial (tidak berwujud) yang berasal dari akal (intelek) inventornya, sehingga disebut Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Berkaitan dengan upaya penegakan hukum paten, untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal itu, dirasakan perlu untuk mengadakan penelitian tentang penegakan hukum di bidang paten. Hasil penelitian akan dituliskan dalam karya ilmiah berbentuk tesis dengan judul UPAYA PENEGAKAN HUKUM SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK PATEN DI KOTA SURABAYA.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, ada beberapa pokok masalah yang akan dirumuskan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana upaya penegakan hukum yang dapat ditempuh untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemegang paten?
2. Bagaimana kendala yang ditemui dalam upaya mengetahui telah terjadinya pelanggaran paten?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui upaya penegakan hukum yang dapat ditempuh untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemegang paten.
2. Untuk mengetahui kendala yang ditemui dalam upaya mengetahui telah terjadinya pelanggaran paten.
3. Untuk memenuhi sebagian syarat untuk meraih gelar Magister pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

D. Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini penulis dapat mengetahui bagaimana sebenarnya pelaksanaan penegakan hukum paten di lapangan, untuk kemudian penulis dapat membandingkannya dengan teori yang didapat di bangku kuliah, sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan antara hukum di dalam teori dengan hukum di dalam praktek. Selain itu penulis juga dapat mengetahui hambatan-hambatan yang ditemui dalam upaya penegakan hukum paten sehingga penulis dapat mencoba memberikan solusi atau pemecahan untuk mengatasi hambatan tersebut.


Leave a comment

  1. wahyu says:

    Saya pesan judul :
    ad g buku m’ngenai bahasa indonesia hukum

    PS:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: