Home » Skripsi Ekonomi Manajemen

Category Archives: Skripsi Ekonomi Manajemen

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PEMAKAI HOTEL JAYAKARTA YOGYAKARTA

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang Masalah

Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan, setiap perusahaan saling berpacu untuk memperluas pasar. Harapan dari adanya perluasan pasar secara langsung adalah meningkatnya penjualan, sehingga perusahaan akan memiliki lebih banyak konsumen. Namun ada beberapa hal yang harus dipahami oleh perusahaan selaku produsen, bahwa semakin banyak konsumen maka perusahaan akan semakin sulit mengenali konsumennya secara teliti. Terutama tentang suka atau tidaknya konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan dan alasan yang mendasarinya.

Perusahaan yang mampu bersaing dalam pasar adalah perusahaan yang dapat menyediakan produk atau jasa berkualitas. Sehingga perusahaan dituntut untuk terus melakukan perbaikan terutama pada kualitas pelayanannya. Hal ini dimaksudkan agar seluruh barang atau jasa yang ditawarkan akan mendapat tempat yang baik di mata masyarakat selaku konsumen dan calon konsumen. Karena konsumen dalam memilih barang dan jasa didasari motivasi yang nantinya mempengaruhi jenis, cita rasa barang dan jasa yang dibelinya.

Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatu perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandingkan pelayanan yang diberikan. Apabila konsumen merasa benar-benar puas, mereka akan membeli ulang serta memberi rekomendasi kepada orang lain untuk membeli di tempat yang sama.

Bagi setiap perusahaan jasa perhotelan perlu berupaya memberikan yang terbaik kepada konsumennya. Untuk itu dibutuhkan identifikasi determinan utama kualitas jasa dari sudut pandang konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan riset untuk mengidentifikasi determinan jasa yang paling penting bagi pasar sasaran dan memperkirakan penilaian yang diberikan pasar sasaran terhadap perusahaan dan pesaing berdasarkan determinan-determinan tersebut. Dengan menganalisa tanggapan konsumen terhadap variabel-variabel tersebut maka perusahaan jasa perhotelan dapat menilai variabel mana yang belum sesuai dengan harapan konsumen. Sehingga dengan demikian dapat diketahui posisi relatif perusahaan di mata konsumen. Selanjutnya perusahaan dapat memfokuskan upaya peningkatan kualitasnya pada determinan-determinan tersebut sepanjang waktu karena sangat mungkin terjadi prioritas pasar mengalami perubahan.

Bersamaan dengan adanya perubahan lingkungan yang terjadi dan adanya perubahan perilaku manusia, maka semakin mendorong bertambahnya permintaan akan kebutuhan pemakaian jasa hotel. Semakin bertambahnya permintaan akan kebutuhan pemakaian jasa hotel dewasa ini mendorong para pengusaha di bidang jasa hotel khususnya dalam hal ini adalah Hotel Jayakarta ikut bersaing untuk menawarkan kelebihan-kelebihannya. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan untuk mempengaruhi konsumen berupa kualitas pelayanan Hotel Jayakarta itu sendiri yang dapat diberikan oleh perusahaan sehingga konsumen merasa terpuaskan.

Hotel Jayakarta merupakan salah satu alat pengusaha yang termasuk dalam usaha sarana pariwisata yang menyediakan fasilitas dan pelayanan konsumen penginapan, makan dan minum serta jasa-jasa lainnya untuk umum yang tinggal untuk sementara waktu dan dikelola secara komersial. Pada garis besarnya, perusahaan harus berusaha untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen, termasuk memahami perilaku konsumen dan hal-hal yang dapat memberi kepuasan kepada konsumen. Menyadari hal tersebut di atas, tampak betapa pentingnya usaha pemahaman akan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk mencapai keberhasilan pemasaran.

Pesaing yang dihadapi oleh Hotel Jayakarta bukan hanya dari perusahaan yang mempunyai fasilitas dan pelayanan yang sama tetapi juga dari perusahaan yang mempunyai fasilitas bar maupun restoran mewah untuk tujuan wisatawan. Dalam menghadapi hal tersebut ada beberapa dimensi kepuasan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk mempergunakan jasa Hotel Jayakarta antara lain dimensi tangible, meliputi penampilan gedung hotel, interior bangunan hotel dan penampilan karyawan hotel, dimensi reliability, meliputi kemampuan hotel untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang terbaik, dimensi responsiveness, meliputi kesediaan karyawan hotel untuk membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat, dimensi assurance, meliputi sopan santun para karyawan dan kemampuan mereka untuk membangkitkan rasa kepercayaan dan rasa percaya konsumen, serta dimensi empathy, yang meliputi rasa peduli dan perhatian secara pribadi yang diberikan pada konsumen. Kelima dimensi diatas dikembangkan oleh Pasuraman et. al. yang disebut SERVQUAL (service quality) yang merupakan suatu alat ukur terhadap kualitas pelayanan (Fandy Tjiptono, 1996 : 71).

Pada dasarnya kualitas pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima (perceived services) dengan tingkat pelayanan yang diharapkan (expected services). Bagi perusahaan kuncinya adalah menyesuaikan atau melebihi harapan mutu jasa yang diinginkan konsumen.

Kepuasan konsumen akan terpenuhi apabila proses penyampaian jasa dari si pemberi jasa kepada konsumen sesuai dengan apa yang dipersepsikan konsumen. Berbagai faktor seperti : subyektivitas si pemberi jasa, keadaan psikologis (konsumen maupun pemberi jasa), kondisi lingkungan eksternal dan sebagainya tidak jarang turut mempengaruhi sehingga jasa sering disampaikan dengan cara yang berbeda dengan yang dipersepsikan oleh konsumen.

Jumlah pelanggan sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa, karena bagi perusahaan jasa, pelanggan merupakan  sumber pemasukan. Semakin banyak pelanggan perusahaan, maka semakin besar pemasukan yang dapat diraih perusahaan, sebaliknya semakin sedikit pelanggan perusahaan, maka semakin sedikit pula pemasukan yang dapat diraih perusahaan.

Pelanggan akan membandingkan layanan yang diberikan perusahaan dengan layanan yang mereka harapkan. Jika pelanggan merasa puas, maka pelanggan akan kembali menggunakan jasa perusahaan dan menjadi pelanggannya yang setia serta akan menceritakan pengalamannya tersebut kepada orang lain, sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari kondisi itu, yaitu mendapatkan pelanggan yang loyal yang sekaligus membantu promosi perusahaan. Sebaliknya jika pelanggan merasa tidak puas, maka pelanggan tersebut juga akan menceritakan pengalamannya yang mengecewakan tersebut kepada orang lain, sehingga akan memperburuk citra dan eksistensi perusahaan yang akan berakibat menurunnya jumlah pemakai jasa perusahaan.

Hal yang diuraikan di atas berlaku juga bagi usaha hotel. Hotel merupakan sebuah perusahaan jasa yang tidak hanya dikenal sebagai tempat bermalam ketika jauh dari rumah, tetapi juga dikenal karena pelayanan yang diberikan. Walaupun gedung hotel dan fasilitasnya sangat menunjang akan tetapi jika tidak ditunjang dengan pelayanan yang memuaskan, maka pelanggan akan tetap merasa tidak puas. Dari uraian di atas dapat dilihat betapa pentingnya arti layanan bagi sebuah perusahaan jasa hotel.

Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas, penulis mencoba untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada hotel Jayakarta dengan judul : “ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PEMAKAI JASA HOTEL (Study Kasus pada Hotel Jayakarta di Yogyakarta)”.

 

1.2.Pokok  Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, ada dua masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu :

1.  Apakah ada gap antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada Hotel Jayakarta?

2.  Dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Jayakarta?

 

1.3.Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pelayanan jasa hotel terhadap konsumen. Sedangkan tujuan khusus dari diadakannya penelitian ini adalah :

1.  Untuk mengetahui ada tidaknya gap antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada Hotel Jayakarta

2. Untuk mengetahui dimensi kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Jayakarta.

 

1.4.Manfaat Penelitian

1.  Bagi   perusahaan,   hasil   penelitian   ini   dapat  membantu  memberikan

masukan dan pertimbangan bagi peningkatan kualitas pelayanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Manfaat lainnya adalah dapat memberikan gambaran bagi perusahaan dalam membuat rencana dan strategi yang baik dan terarah untuk mengelola hotel dimasa yang akan datang secara efektif dan efisien.

2. Bagi peneliti, merupakan tambahan pengetahuan dari dunia praktisi yang sangat  berharga  untuk  disinkronkan  dengan  pengetahuan  teoritis  yang diperoleh di bangku kuliah.

 

PENGARUH STRATEGI MARKETING MIX TERHADAP LABA DI PT BMB EKSPORT YOGYAKARTA


/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang Masalah

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. Melalui pemasaran perusahaan mendapatkan hasil, dan dari hasil inilah perusahaan mendapatkan laba. Oleh karena itu pemasaran merupakan hal penting yang tidak dapat dihindari perusahaan.

Banyak strategi yang dirumuskan perusahaan dalam memasarkan produknya. Strategi ini tergantung kepada masing-masing perusahaan. Untuk merumuskan strategi pemasaran yang akan dipergunakan banyak faktor yang harus dipertimbangkan perusahaan. Di antara faktor yang dipertimbangkan adalah konsumen manakah yang akan dituju, kepuasan seperti apa yang diinginkan oleh konsumen tersebut, serta marketing mix seperti apa yang dipakai untuk memberi kepuasan kepada konsumen tersebut (Swastha dan Irawan, 1990). Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, perusahaan merumuskan strategi pemasaran yang akan menjadi pedoman bagi personalia-personalia pemasaran perusahaan.  

Salah satu perusahaan besar yang juga menerapkan strategi pemasaran khusus dalam memasarkan produknya adalah PT BMB Eksport Yogyakarta. PT BMB Eksport yang mempunyai kepanjangan PT Borneo Melintang Buana Eksport adalah perusahaan Penanaman Modal Asing yang berdiri pada akhir Tahun 2000. Bidang usaha perusahaan ini ialah produksi dan penjualan mebel antik khusus untuk pasar ekspor. Barang yang sudah jadi diekspor ke negara pembeli sesuai dengan order yang telah diberikan. Tidak ada penjualan untuk dalam negeri.

Adapun barang yang dipasarkan berupa meja, kursi, lemari dan asesoris mebel lainnya. Barang didapat dari suplyer dari sekitar Jawa Tengah (Jepara, Grobogan, Klaten, Solo, dan Yogyakarta). Barang yang didapat dari suplyer itu masih berupa mebel lama yang belum diolah lagi. Oleh PT BMB barang ini kemudian diolah lagi, dengan diamplas, diservis, dipolitur, atau disemprot sesuai pesanan pembeli.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa konsumen yang dituju perusahaan khusus pasar ekspor dan tidak ada penjualan di dalam negeri. Untuk memasarkan produknya di pasar ekspor, PT BMB Eksport menerapkan strategi marketing mix yang disesuaikan dengan pasarnya. Berdasarkan kenyataan tersebut menarik minat penulis untuk melakukan penelitian yang berjudul:

PENGARUH STRATEGI MARKETING MIX TERHADAP LABA DI PT BMB EKSPORT YOGYAKARTA

 

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan   latar   belakang  masalah  di  atas,  dirumuskan  masalah

sebagai berikut:

1.  Bagaimana pengaruh marketing mix yang terdiri dari faktor produk, harga, promosi dan distribusi terhadap laba PT BMB Eksport?

2.  Faktor apa yang paling dominan mempengaruhi laba PT BMB Eksport?

 

1.3  Batasan Masalah

Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka diberikan batasan masalah sebagai berikut:

1.   Penelitian ini hanya dibatasi pada penelitian tentang strategi marketing mix yang terdiri dari biaya produksi, biaya distribusi dan biaya promosi.

2.   Penelitian ini dilakukan pada data perusahaan tahun 2000-2007.

3.   Penelitian dilakukan pada PT BMB Eksport Yogyakarta.

 

1.4  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan di PT BMB Eksport Yogyakarta adalah:

1.   Untuk mengetahui pengaruh marketing mix PT BMB Eksport yang meliputi biaya produksi, biaya distribusi dan biaya promosi terhadap laba PT BMB Eksport.

2.   Untuk mengetahui variabel marketing mix manakah yang berpengaruh paling dominan terhadap laba PT BMB Eksport.

 

1.5  Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1.   Bagi Universitas Wangsa Manggala

Hasil penelitian ini dapat memperkaya khasanah kajian di bidang pemasaran khususnya strategi marketing mix.

2.   Bagi penulis

Penelitian ini dapat menambah dan melengkapi teori serta pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

3.   Bagi peneliti lain

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan dan bahan acuan bagi penulis yang meneliti masalah sejenis.

 

1.6  Kerangka Penulisan

Dalam penulisan hasil penelitian ini digunakan kerangka sebagai berikut:

BAB  I   PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Batasan Masalah dan Definisi Operasional

1.4  Tujuan Penelitian

1.5  Manfaat Penelitian

I.6  Kerangka Penulisan

BAB  II  LANDASAN TEORI

2.1.  Pengertian Pemasaran

2.2.  Manajemen Pemasaran

2.3. Konsep Pemasaran

2.4.  Strategi Pemasaran

2.5. Bauran Pemasaran

2.6.  Laba

2.7.  Hipotesis

BAB III METODE PENGAMATAN

3.1.  Objek Pengamatan

3.2.  Populasi dan Sampel

3.3. Variabel Penelitian

3.4.  Definisi Operasional

3.5. Alat Analisis

3.6. Kesulitan Penelitian dan Cara Pemecahannya

BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

4.1. Sejarah Perusahaan

4.2. Lokasi Perusahaan

4.3. Struktur Organisasi

4.4. Sumber Daya Manusia

4.5. Data Perusahaan

BAB  V  PEMBAHASAN

5.1. Deskripsi Data

5.2. Analisis Kuantitatif

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

6.2. Saran

 

HUBUNGAN ANTARA BIAYA BUNGA DARI TABUNGAN DAN DEPOSITO DENGAN PENDAPATAN BANK (STUDI KASUS DI BANK BPD DIY CABANG UTAMA TAHUN 1999-2000)


v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang Masalah

Bank dalam perkembangannya, selain melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana, juga berusaha mengembangkan berbagai produk dan dan jasa pelayanan yang lain. Produk perbankan yang ditawarkan bisa berupa produk penyimpanan dana (dalam bentuk tabungan, deposito, giro) maupun peminjaman dana (dalam bentuk kredit). Sedangkan jasa perbankan yang bisa dinikmati antara lain jasa transfer, inkaso, referensi, dan lain-lain.

Jasa pelayanan tersebut diciptakan dalam dunia perbankan, di samping untuk menarik nasabah juga untuk menambah pendapatan Bank dari perolehan provisi (untuk kredit) dan komisi yang dibebankan pada setiap pengguna jasa perbankan.

Pendapatan bank diperoleh melalui beberapa komponen,  diantaranya :

1.  Hasil bunga

a. Dari bank-bank lainnya

b. Dari kredit yang diberikan

2.  Keuntungan transaksi valuta asing

3.  Provisi dan komisi

a.  Dari kredit

1)     Provisi

2)     Administrasi

b.  Dari lainnya

1)     Provisi kiriman uang

2)     Provisi pemberian jaminan

3)     Provisi asuransi

4)     Provisi pensiunan

5)     Administrasi

6)     Lainnya

4.  Deviden atas saham

5.  Pendapatan operasional lainnya

a.  Penerima ganti cetak

b.   Perbedaan kas

c.  Bunga denda tunggakan kredit

d.  Lain-lain pendapatan operasional

6. Pendapatan nonoperasional

1)  Bunga antar kantor

2)  Lainnya

Peningkatan penggunaan jasa perbankan tersebut tumbuh secara proporsional dengan meningkatnya aktivitas keuangan dan perdagangan serta kecenderungan tumbuhnya bank minded di masyarakat. Kecenderungan ini tentunya akan berdampak positif terhadap bank, yaitu meningkatnya pendapatan yang diterima.

Sebagaimana diketahui bahwa bank menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito. Dana tersebut kemudian dipinjamkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini karena bank menggunakan dana yang dihimpun dari masyarakat, maka masyarakat penabung diberi balas jasa berupa bunga. Balas jasa kepada penabung ini merupakan sumber pengeluaran bank. Di lain pihak, karena bank memberikan jasa peminjaman uang kepada masyarakat peminjam, maka masyarakat yang meminjam tersebut dikenakan jasa berupa bunga yang harus dibayarkan kepada pihak bank.

Sebagai bukti bahwa suatu bank layak dipercaya tentunya apabila pihak bank dapat melaksanakan peranannya di atas dengan baik. Adapun cara menilai apakah bank dapat melaksanakan peranannya dengan baik atau tidak dapat dilihat dari nilai spread, yang merupakan selisih antara bunga yang dibayarkan kepada nasabah dengan bunga kredit.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang spread di Bank BPD DIY Cabang Utama dan memilih judul penelitian : “HUBUNGAN ANTARA BIAYA BUNGA DARI TABUNGAN DAN DEPOSITO DENGAN PENDAPATAN BANK (Studi Kasus di Bank BPD DIY Cabang Utama Tahun 1999-2000)”.

 

B.   Batasan Masalah 

Untuk memfokuskan penelitian maka pemasalahan yang diteliti dibatasi pada pengeluaran Bank BPD DIY Cabang Utama dari sektor tabungan dan deposito serta pendapatan Bank BPD DIY Cabang Utama. Dalam hal ini karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka data yang dianalisis adalah data tahun 1999-2000 dalam bentuk laporan bulanan.

 

C.   Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti adalah :

1. Apakah ada hubungan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank BPD DIY Cabang Utama tahun 1999-2000?

2.  Faktor biaya bunga mana yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank?

 

D.   Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah :

1.  Untuk mengetahui hubungan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank BPD DIY Cabang Utama tahun 1999-2000.

2.  Untuk mengetahui faktor biaya bunga yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank.

 

E.   Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini manfaat yang dapat diperoleh adalah :

1.  Dapat memberikan masukan kepada BPD DIY Cabang Utama mengenai kebijakan biaya bunga dari tabungan dan deposito.

2.  Dapat memberikan masukan kepada BPD DIY Cabang Utama mengenai faktor biaya bunga yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank.

 

F.   Hipotesa

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dalam penelitian ini penulis mengambil hipotesis sebagai berikut :

1.  Diduga ada korelasi yang signifikan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank.

2.  Diduga faktor biaya bunga tabungan berpengaruh terhadap pendapatan bank.

G.   Metode Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian sebagai berikut :

1.  Obyek Penelitian

Obyek penelitian ini adalah hubungan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank di Bank BPD DIY Cabang Utama tahun 1999-2000.

2.  Tipe Penelitian

Penelitian   ini   adalah   penelitian   eksplanatif (explanatory research), yaitu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.[1]

3.   Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Bank BPD DIY Cabang Utama.

4.   Sumber Data

a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung di lapangan.

b. Data sekunder, yaitu data yang telah ada sebelumnya pada BPD Cabang Utama DIY.

5.   Teknik Pengambilan Data

a.      Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab secara langsung dengan Kepala Bank BPD DIY Cabang Utama. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data primer.

b.      Dokumentasi, yaitu pengambilan data dengan meminta arsip yang telah dimiliki oleh BPD Cabang Utama DIY. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder.

6.   Metode Analisis

Dalam penelitian ini digunakan metode analisis statistik inferensial, yaitu penggunaan analisis statistik untuk membantu mengambil kesimpulan terhadap permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian ini digunakan alat analisis rank correlation product moment dengan menggunakan alat bantu program SPSS (Statistical Package for Social Science).

nSxy – (Sx)(Sy)

rxy =

Ö[nSx2 – (Sx)2] [nSy2 - (Sy)2]

 

Keterangan :

r  = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

n  = Jumlah sampel

X = Jumlah biaya bunga

Y = Jumlah pendapatan bank

Dalam statistik, angka korelasi yang diperoleh harus diuji terlebih dahulu untuk dinyatakan apakah nilai korelasi yang didapat signifikan atau tidak.

a.   Pengujian Hipotesis 1

Untuk menguji hipotesis 1 maka dilakukan uji korelasi, dimana nilai korelasi berkisar antara –1 £ r £ 1, semakin mendekati 1 (satu) berarti hubungan yang terjadi antar variabel adalah hubungan yang kuat dan positif (searah), sedangkan semakin mendekati –1 (minus satu) berarti hubungan yang terjadi antar variabel adalah hubungan yang kuat tetapi negatif (berlawanan).

b.   Pengujian Hipotesis 2

Untuk menguji hipotesis 2 digunakan uji t. Uji t merupakan uji statistik yang bertujuan menguji secara parsial hubungan antara dua variabel.

Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung / th dengan ttabel / tt  pada  a = 0,05  bila  hasil  perhitungan  menunjukkan : 

th  ³  tt      maka Ho ditolak, Ha diterima.

-th < -tt     maka Ho ditolak, Ha diterima.

Artinya :

Faktor biaya bunga tabungan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank.

-tt £ th £ tt      maka Ho diterima, Ha ditolak.

Artinya :

Faktor biaya bunga tabungan bukan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank.

 


 

[1] Husein Umar, Metodologi Penelitian Aplikasi dalam Pemasaran, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997, hal. 23.

PENILAIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA BARANG MODAL



/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Pada umumnya tujuan utama suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. Untuk memperoleh laba tentunya perusahaan harus juga memperhatikan bagaimana cara pengambilan keputusan yang akurat. Pengambilan keputusan penanaman modal penting bagi perusahaan, karena penanaman modal berkaitan dengan keterikatan sumber dana perusahaan dalam jumlah relatif besar, jangka waktu relatif lama dan masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian.1)

Oleh karena itu diperlukan kecermatan manajemen dalam mengambil keputusan. Apabila seorang manajer salah dalam mengambil keputusan maka akan menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan, keputusan yang tepat akan membawa perusahaan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Untuk penilaian dan pengambilan keputusan investasi, setiap perusahaan yang melakukan investasi pada barang modal mempunyai harapan bahwa perusahaan akan memperoleh kembali dana yang ditanam pada perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Oleh karena itu, dalam penilaian untuk pengambilan keputusan  barang modal, manajemen memerlukan informasi yang lengkap mengenai perputaran dana dan capital budgetnya. Secara lengkapnya yang dimaksud dengan capital budgeting adalah :2)

“Suatu rencana terkoordinasi, menyeluruh dan dinyatakan dalam satuan mata uang, mengenai kegiatan operasi dan penggunaan sumber-sumber daya perusahaan untuk suatu periode tertentu diwaktu yang akan datang”.

 

Jadi menurut Mulyadi capital budgeting berhubungan dengan penilaian dan pengambilan keputusan investasi pada barang modal yang akurat.

Penilaian dan pengambilan keputusan pada barang modal merupakan kegiatan perusahaan. Dimana perusahaan harus membandingkan beberapa alternatif yang diajukan oleh pihak intern perusahaan. Ketidakpastian dalam penilaian dan pengambilan keputusan akan membawa akibat yang tidak baik bagi perusahaan (manajemen) disamping mempengaruhi dalam pengambilan keputusan yang akurat (tepat). Penilaian dan pengambilan keputusan investasi menyangkut komitmen untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar dimana pendapatannya (hasil pengembalian) terjadi jauh diwaktu yang akan datang, dimana hal ini dapat  berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan. Baik buruknya perusahaan tergantung pada kualitas manajemen dalam mengambil keputusan. Penilaian investasi memfokuskan tentang bagaimana keputusan barang modal dapat dilakukan secara lebih efektif dalam memberikan kontribusi pada kesehatan dan pertumbuhan perusahaan. Dalam memberikan kontribusi menekankan pada pengembangan kriteria dan prosedur yang sistematis untuk menyusun suatu daftar usulan investasi. Penilaian investasi dan untuk menentukan batas-batas penilaian out off point (nilai keluaran).

Penilaian investasi pada barang modal mempunyai teknik-teknik tersendiri yaitu metode penilaian investasi dengan memperhitungkan nilai waktu  uang dan penilaian investasi dengan tidak memperhitungkan nilai waktu uang. Oleh karena itu penilaian investasi barang modal dapat dikatakan sebagai alat kontrol bagi perusahaan, artinya dengan adanya penilaian investasi  pada barang modal tingkat efisiensi perusahaan dalam pengambilan keputusan dapat diketahui. Mengingat pentingnya penilaian dan pengambilan keputusan investasi, maka disini penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul :

“PENILAIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA BARANG MODAL”.

 

B.  Rumusan Masalah

Mengacu pada latar belakang masalah di atas, maka di sini akan penulis kemukakan beberapa masalah yang dibahas dalam penulisan skripsi ini, yaitu :

1.   Teknik (metode) apa saja yang bisa digunakan dalam menentukan keputusan investasi.

2.   Berdasarkan hasil analisis investasi layakkah keputusan investasi barang modal itu dilaksanakan.

 

C.   Batasan Masalah

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang optimal, maka diadakan pembatasan masalah bahwa aspek yang akan diteliti dalam hal ini difokuskan pada metode penilaian investasi.

 

D.    Metode Analisis

Dalam penulisan skripsi ini, metode analisis yang akan penulis gunakan adalah metode-metode yang biasa digunakan oleh manajemen untuk menilai usulan investasi. Metode-metode tersebut, yaitu : 

1.        Metode NPV (Net Present Value).

2.        Perhitungan IRR (Internal Rate of Return).

3.        Perhitungan pay back period.

4.        Perhitungan profitability index.

 

E.   Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kelayakan investasi barang modal berdasarkan metode penilaian investasi.

 

F.  Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan yang penulis harapkan dari uraian penilaian dan pengambilan keputusan, sebagai berikut :

1.  Penulis dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah di lapangan.

2.  Hasil analisis dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi manajer dalam penilaian dan  pengambilan keputusan investasi.

 

G.  Metode Penulisan

Dalam penulisan skripsi ini, penulis melakukan studi literatur yaitu dengan membaca berbagai pustaka, serta literatur lain yang ada kaitannya dengan tulisan yang penulis kemukakan. Sedangkan dalam contoh kasus yang akan penulis uraikan, hanyalah karya penulis saja (perusahaan fiktif), namun sedapat mungkin akan disesuaikan dengan situasi perusahaan yang sesungguhnya.

 

H.    Sistematika Penulisan

Secara keseluruhan, penyusunan skripsi ini diorganisasikan dalam beberapa bab sebagai berikut :

BAB   I   PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah

B.        Rumusan Masalah

C.        Batasan Masalah

D.        Metode Analisis

E.        Tujuan Penelitian

F.        Manfaat Penelitian

G.        Sistematika Penulisan

BAB  II   LANDASAN TEORI

A.        Ruang Lingkup Penilaian dan Pengambilan Keputusan Investasi pada Barang Modal

B.        Konsep Investasi pada Barang Modal

C.        Sumber Modal dalam Investasi

D.        Kriteria Investasi

BAB  III  SIMULASI

A.        Pengumpulan Data

B.        Proyeksi Aliran Kas 

C.        Kriteria Investasi

BAB IV   PENUTUP

A.        Kesimpulan

B.        Saran

 


 

                1) Abdul Halim, Akuntansi Manajemen, buku 2 edisi 1 (Yogyakarta : BPFE, 1996), hal. 107

 

                2) Mulyadi, Akuntansi Manajemen, edisi 2 (Yogyakarta : STIE YKPN, 1993)

ANALISA PENILAIAN NASABAH TERHADAP KINERJA BANK MANDIRI CABANG GEJAYAN YOGYAKARTA


v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah 

Bank merupakan salah satu lembaga keuangan atau perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Pengertian bank menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, menyatakan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Ada juga pengertian bank yang dikemukakan para ahli. Abdurrachman (2001 : 1) mengatakan bahwa :

Bank adalah suatu badan usaha yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan   benda-benda    berharga,    membiayai    perusahaan-perusahaan, dan lain-lain.

 

Selain itu, Suyatno (1996 : 1) memberikan pengertian bank sebagai badan yang usaha utamanya menciptakan kredit.

 

 

Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa usaha bank selalu berkaitan dengan masalah keuangan, yaitu : menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Dengan demikian bank sebagai suatu badan berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) dari dua pihak, yaitu pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dan pihak yang kekurangan dana (defisit unit). Hal ini juga yang menyebabkan lembaga bank disebut sebagai lembaga kepercayaan (Kasmir, 2000 : 27), artinya pihak yang kelebihan dana mempercayakan sepenuhnya kepada bank untuk mengelola dananya termasuk menyalurkannya kepada pihak yang kekurangan atau memerlukan dana berupa kredit. Wujud kepercayaan tersebut dalam bentuk tidak ikut campurnya pihak surplus ini dalam menentukan pihak defisit mana yang layak dipercaya.

Bank sebagai lembaga perantara keuangan, di samping harus tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjamin tingkat likuiditas juga harus beroperasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tingkat rentabilitas (keuntungan) yang memadai.

Kunci dari keberhasilan manajemen bank adalah bagaimana bank tersebut bisa merebut hati masyarakat sehingga peranannya sebagai financial intermediary (perantara keuangan) berjalan dengan baik (Sinungan, 2000 : 79). Salah satu hal yang bisa merebut hati masyarakat adalah adanya kinerja bank yang baik. Bagi nasabah, mengetahui kinerja suatu bank dapat membantu mengambil keputusan apakah bank tersebut dapat dipercaya atau tidak (Harnanto, 1991 : 352).

Bank Mandiri adalah sebuah bank ritel baru yang merupakan gabungan dari beberapa buah bank, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor, Bank Dagang Negara, dan Bank Pembangunan Indonesia. Visi Bank Mandiri (Swasembada, Tahun XVI, No. 08) adalah menjadi bank ritel terbesar di Indonesia. Sesuai dengan visi tersebut, Bank Mandiri menempatkan kebutuhan perorangan terhadap produk perbankan sebagai prioritas utama.

Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta adalah cabang Bank Mandiri yang berkantor pusat di Jakarta dan berada di bawah pengawasan Bank Mandiri cabang Jalan Sudirman. Visi Bank Mandiri untuk menjadi bank ritel terbesar di Indonesia juga diemban oleh Bank Mandiri Cabang Gejayan. Oleh karena itu Bank Mandiri Cabang Gejayan dituntut untuk memberikan citra positif dengan memperlihatkan kinerja yang baik seperti yang diharapkan nasabah agar para nasabah puas.

Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui penilaian nasabah terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta.

 

 

B.   Perumusan Masalah

Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah :

1.  Bagaimana penilaian nasabah terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta?

2. Apakah ada perbedaan penilaian nasabah terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta berdasarkan karakteristik nasabah (jenis kelamin, umur, dan lama menjadi nasabah)?

 

C.   Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.  Penelitian dilakukan di Kantor Cabang Bank Mandiri Yogyakarta.

2.  Penelitian dilakukan terhadap para nasabah Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta.

3.  Penilaian kualitas pelayanan dinilai berdasarkan lima dimensi, yaitu:

a.      Tangible, memperlihatkan fasilitas fisik, peralatan, karyawan dan bahan-bahan.

1)     Penampilan gedung kantor

2)     Interior bangunan gedung kantor

3)     Penampilan karyawan

b.      Reliability, kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang dijanjikan dengan tepat dan dapat diandalkan.

1)     Keandalan menangani transaksi

2)     Ketepatan memenuhi janji

3)     Akurasi pencatatan transaksi

c.      Responsiveness, kesediaan untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat.

1)     Lama mengantri

2)     Kecepatan pelayanan

3)     Kesungguhan karyawan membantu

d.      Assurance, pengetahuan dan sopan santun para karyawan dan kemampuan mereka untuk membangkitkan rasa kepercayaan dan rasa percaya pelanggan.

1)     Memberi rasa aman bertransaksi

2)     Keramahtamahan

3)     Pengetahuan produk

e.      Empathy, rasa peduli, perhatian secara pribadi yang diberikan pada pelanggan.

1)     Memberi perhatian pribadi

2)     Kenyamanan jam operasional

3)     Mempunyai produk sesuai kebutuhan

4.   Karakteristik responden yang diteliti adalah :

a.   Jenis kelamin

1)     Pria

2)     Wanita

b.   Umur

1)     18 – 25 tahun

2)     26 – 33 tahun

3)     34 – 41 tahun

4)     42 tahun ke atas

c. Lama menjadi nasabah Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta.

1)   Kurang dari 6 bulan

2)   6 – 12 bulan

3)  13 – 18 bulan

4)  Lebih dari 18 bulan

 

D.   Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1.  Untuk mengetahui penilaian nasabah terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta.

2.  Untuk mengetahui perbedaan penilaian nasabah terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta berdasarkan karakteristik nasabah (jenis kelamin, umur, dan lama menjadi nasabah).

 

E.   Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Ada perbedaan penilaian nasabah terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta berdasar karakteristiknya.

 

F.   Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah :

1.  Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan Bank Mandiri Cabang Yogyakarta untuk mengambil tindakan guna memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan kinerjanya.

2.  Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan ataupun referensi sekaligus bahan pertimbangan dan masukan untuk penelitian sejenis dimasa yang akan datang.


 

G.   Metode Penelitian

1.  Lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta.

2.  Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta. Mengingat keterbatasan waktu, biaya dan tenaga, maka tidak memungkinkan untuk meneliti semua populasi yang ada, sehingga dalam penelitian ini diambil sampelnya saja. Untuk menentukan besar sampel digunakan metode purposive sampling, yaitu sampel non probabilitas yang disesuaikan dengan kriteria tertentu, yaitu jenis kelamin, umur, dan lama menjadi nasabah (Cooper & Schindler, 1998 : 245). Besar sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang.

3.  Metode pengumpulan data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

a.      Data primer, diperoleh dengan cara :

1) Kuesioner, yaitu metode pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab secara tertulis oleh responden.

Kuesioner dalam penelitian ini dibagi menjadi 2, yaitu :

a)  Kuesioner yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden.

b) Kuesioner yang bertujuan untuk mengetahui evaluasi kinerja Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta menurut penilaian responden.

Kuesioner ini menggunakan skala likert. Skala likert merupakan skala yang terdiri dari pernyataan yang mengekspresikan suatu sikap yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap suatu obyek (Cooper & Schindler, 1998 : 189).

Penelitian ini menggunakan 4 skala penilaian sebagai berikut:

a)     Sangat Setuju (SS)        dengan bobot 4

b)     Setuju (S)                    dengan bobot 3

c)     Tidak Setuju (TS) dengan bobot 2

d)     Sangat Tidak Setuju       dengan bobot 1

2)  Wawancara (interview)

Wawancara dilakukan terhadap beberapa pejabat perusahaan untuk mendapatkan data/informasi yang lebih konkret mengenai gambaran umum perusahaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

b.  Data sekunder

Data ini diperoleh dari dokumentasi perusahaan yang digunakan untuk mendukung data yang telah diperoleh melalui riset lapangan. Data yang diambil berupa data tentang sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan bidang usaha perusahaan.

4.      Uji validitas dan reliabilitas

a.      Uji Validitas

Untuk menguji validitas instrumen yang berupa kuesioner dilakukan uji validitas. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pengujian di sini menggunakan rumus korelasi produk moment Pearson (Arikunto, 1987 : 17).

nSxy – (Sx)(Sy)

rxy =

Ö[nSx2 – (Sx)2] [nSy2 - (Sy)2]

 

Keterangan :

r  = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

n  = Jumlah sampel

X, Y = Skor masing-masing variabel

Bila rhitung > rtabel maka pengujian indikator valid. Sebaliknya bila rhitung < rtabel maka pengujian indikator valid.

b.   Uji Reliabilitas

Penelitian reliabel bila terdapat kesamaan data pada waktu yang berbeda. Test-retest adalah instrumen penelitian yang reliabilitasnya diuji dengan mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Jadi dalam hal ini instrumennya sama, respondennya sama, tetapi waktunya berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan kedua.   Bila   koefisien   korelasi   positif  dan  signifikan  maka instrumen tersebut sudah dinyatakan reliabel. Pengujian di sini menggunakan rumus Spearman Brown sebagai berikut :

2 (r1.2)

rxx’ =

1 + r1.2

 

5.  Metode analisis data

Dalam penelitian ini dgunakan  dua metode analisis :

a.  Analisis deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan atau menjelaskan karakteristik responden dan penilaian nasabah terhadap kinerja Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta tanpa melakukan pengujian atas kinerjanya.

c.   Analisis inferensial

Analisis inferensial digunakan untuk mengetahui penilaian nasabah terhadap kinerja Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta dengan melalui pengujian statistik (Santoso, 2000 : 4). Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1)  Analisis aritmatika mean

Analisis ini digunakan untuk mengetahui penilaian nasbaah terhadap kinerja Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta. Skor penilaian berdasarkan kriteria menurut skala likert ini akan diperoleh dengan rumus aritmatika mean, yaitu (Subagyo, 1996 : 52) :

       Xi

Z  =

      n.N

 

Dimana :

Z        = Skor penilaian kinerja

xi        = Nilai kuantitatif total

n        = Jumlah responden

N        = Jumlah item pertanyaan

Interval nilai antar kelas dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

Nilai tertinggi – Nilai terendah         4 – 1

                                                            =                   =  0,75

         Jumlah kelas                  4

 

Dari hasil perhitungan Z dengan interval 0,75, maka dapat ditentukan kriteria penilaian nasabah terhadap kinerja Bank Mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta sebagai berikut :

a)  Sangat baik                  skor 3,28 – 4,03

b)  Baik                            skor 2,52 – 3,27

c)  Buruk                          skor 1,76 – 2,51

d)  Sangat Buruk                skor 1,00 – 1,75

2) Pengujian hipotesis tentang beda penilaian nasabah terhadap kinerja Bank Mandiri Cabang Yogyakarta

Metode analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan penilaian nasabah terhadap kinerja Bank Mandiri Cabang Yogyakarta  berdasarkan karakteristik responden (umur, jenis kelamin, dan lama menjadi nasabah).

Uji yang digunakan dalam analisis data ini adalah uji Z, dengan rumus sebagai berikut (Lukas Setia Atmaja, 1997 : 271) :

         `x1`x2

Z  =

   s12 + s22

Ö    n1     n2

 

  Dimana :

  Z  = Nilai statistik

   `x1  = Nilai rata-rata evaluasi kinerja populasi 1

   `x2  = Nilai rata-rata evaluasi kinerja populasi 2

    sp2  = Nilai estimasi varians populasi

    np   = Banyaknya sampel

3)   Analysis of Variance (Oneway Anova)

ANOVA adalah prosedur untuk menguji suatu hipotesis tentang rata-rata lebih dari dua populasi (Watson, Bilingsley, Croft, Huntberger, 1981 : 470).

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang berarti atau signifikan dari penilaian nasabah terhadap kinerja Bank mandiri Cabang Yogyakarta berdasarkan karakteristik nasabah.

Adapun rumus yang digunakan adalah (Subagyo, 1996: 45) :

    Varians atas kelompok sampel atas populasi

F-ratio  =

Varians di dalam kelompok sampel atas populasi

 

 

 n (xij`x) 2 / (k-1)

F-ratio =

  (xij`x) 2 / (n-1)

 

Keterangan :

n   : banyaknya sampel

xij  : individu ke-i dari sampel ke-j

k   : banyaknya kolom

 `x   :  mean dari semua populasi

Setelah itu dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan statistik uji F.

1.  Bila F ratio lebih besar dari F tabel berarti menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari penilaian nasabah terhadap kinerja Bank mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta berdasarkan karakteristik nasabah.

2.  Bila F ratio lebih kecil dari F tabel maka menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dari penilaian nasabah terhadap kinerja Bank mandiri Cabang Gejayan Yogyakarta berdasarkan karakteristik nasabah.

PENGARUH KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP PRESTASI KERJA PADA PT. MIROTA KSM INC. YOGYAKARTA DI SAMBILEGI MAGUWOHARJO DEPOK SLEMAN


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang Masalah

Kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin pesat pada dewasa ini terutama dalam bidang teknologi menjadikan menurunnya penggunaan tenaga manusia dalam bidang industri. Dengan diketemukannya mesin-mesin serta penggunaanya telah mendesak fungsi dari tenaga manusia di dalam kerja. Sekalipun demikian tenaga manusia tetap memegang peranan yang cukup penting. Betapapun sempurnanya peralatan dan mesin mesin kerja suatu perusahaan namun tetap dibutuhkan tenaga manusia didalam mencapai tujuan perusahaan.

Pengertian manajemen sumber daya manusia atau manajemen personalia menurut Edwin B. Flippo (1990 : 5);

Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.

 

Sumber daya manusia merupakan sumber daya organisasi selain sumber daya alam dan sumber daya modal. Sumber daya manusia harus dikelola dengan hati-hati, karena masing-masing manusia mempunyai cipta, rasa dan karsa yang membentuk sikap, sikap inilah yang kemudian mendasari manusia dalam tingkah laku dan perbuatan manusia sehari-harinya. Dalam uraian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor sumber daya manusia ternyata cukup berperanan dalam mencapai hasil sesuai dengan tujuan perusahaan.

Aspek-aspek yang dapat membentuk kepuasan kerja karyawan antara lain;  faktor individual; faktor hubungan antar karyawan;  faktor eksternal. Aspek tersebut memberikan motivasi agar kepuasan kerja tercapai bagi karyawan adalah kewajiban setiap pemimpin perusahaan, karena kepuasan kerja merupakan faktor yang diyakini dapat mendorong dan mempengaruhi semangat kerja karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan secara langsung akan mempengaruhi prestasi karyawan. Seorang manajer juga dituntut agar memberikan suasana kerja yang baik dan menyenangkan juga jaminan keselamatan kerja sehingga karyawan akan merasa terpuaskan.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja menurut Harold E. Burt adalah (Moh. As’ad, 1980 : 109);

1.   Faktor Individual; umur, jenis kelamin dan sikap pribadi terhadap pekerjaan.

2.   Faktor Hubungan Antar Karyawan; hubungan antara manajer dan karyawan, hubungan sosial diantara sesama karyawan, sugesti dari teman sekerja, faktor fisik dan kondisi tempat kerja, emosi dan situasi kerja.

3.   Faktor Eksternal; keadaan keluarga, rekreasi, pendidikan.

Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan hal yang bersifat individual. Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianutnya. Semakin banyak aspek dalam pekerjaannya yang sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianut individu, semakin tinggi tingkat kepuasan yang didapat. Demikian pula sebaliknya, semakin banyak aspek dalam pekerjaannya yang tidak sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianut individu, semakin rendah tingkat kepuasan yang didapat.

Kepuasan kerja menjadi menarik untuk diamati karena manfaat yang bisa didapat, baik untuk individu maupun untuk kepentingan industri. Bagi individu diteliti tentang sebab dan sumber kepuasan kerja, serta usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan kerja  individu. Sedangkan bagi industri, penelitian dilakukan untuk kepentingan ekonomis, yaitu pengurangan biaya produksi dan peningkatan produksi yang dihasilkan dengan meningkatkan kepuasan kerja. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini nampak dari sikap karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu di lingkungan kerjanya.

Secara empirik dapat dikatakan bahwa ada hubungan positif antara kepuasan kerja dengan produktivitas. Kepuasan kerja yang tinggi dapat membuat  karyawan bekerja dengan lebih baik yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Kepuasan kerja juga penting untuk aktualisasi diri. Karyawan yang tidak mendapatkan kepuasan kerja tidak akan mencapai kematangan psikologis. Karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja yang baik biasanya mempunyai catatan kehadiran, perputaran kerja dan prestasi kerja yang baik dibandingkan dengan karyawan yang tidak mendapatkan kepuasan kerja. Oleh karena itu kepuasan kerja memiliki arti yang sangat penting untuk memberikan situasi yang kondusif di lingkungan perusahaan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Karyawan bekerja secara produktif atau tidak tergantung pada motivasi, kepuasan kerja, tingkat stress, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan dan aspek-aspek ekonomis, teknik serta perilakunya yang lain. Cara yang paling banyak diterapkan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan adalah dengan memberikan upah dan gaji yang cukup dan layak dengan memperhatikan aspek kemanusiaan dan keadilan. Selain itu juga perlu memberikan kesempatan karyawan untuk maju sehingga dengan demikian karyawan akan mendapatkan kepuasan tersendiri dalam bekerja. Semangat kerja timbul jika karyawan mempunyai keinginan untuk maju dan berkembang.

Istilah prestasi mengandung berbagai macam pengertian. Prestasi dapat ditafsirkan sebagai “arti penting suatu pekerjaan”; “tingkat keterampilan yang diperlukan”; “ kemajuan dan tingkat penyelesaian “ dari suatu pekerjaan. Penilaian prestasi kerja merupakan pengawasan terhadap kualitas personal. Menurut T. Hani Handoko (1995 : 135) penilaian prestasi kerja adalah “proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan ”

PT Mirota KSM INC Yogyakarta merupakan perusahaan yang memproduksi Susu Instant. Perusahaan ini dalam melakukan proses produksi banyak menerapkan tehnologi tinggi sehingga karyawan diharapkan untuk mampu mengoperasionalkan peralatan perusahaan dengan baik dan benar. Dengan demikian diharapkan operasi perusahaan berjalan dengan lancar dan tepat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Akan tetapi ini tentunya membutuhkan karyawan yang dapat terpuaskan oleh kebijaksanaan perusahaan yang diterapkan, tidak sekedar kemampuan karyawan dalam menjalankan peralatan perusahaan. Dengan demikian karyawan akan menjalankan tugasnya dengan baik, jarang absen, dan memiliki semangat yang tinggi. Pada akhirnya ini akan mewujudkan prestasi kerja karyawan yang lebih baik, sehingga berpengaruh positif terhadap pencapaian tujuan perusahaan, untuk itu tugas  pimpinan untuk memotivasi bawahanya agar dicapai kepuasan kerja.

Masalah yang kemudian timbul adalah kepuasan kerja menyebabkan pelaksanaan kerja yang lebih baik ataukah sebaliknya, kerja yang baik menimbulkan kepuasan kerja yang tinggi. Banyak pendapat yang mengemukakan bahwa kepuasan kerja ditimbulkan oleh prestasi kerja. Kerja yang baik akan memberi penghargaan yang tinggi. Dilain pihak, bila penghargaan yang dipandang tidak cukup akan suatu tingkat prestasi kerja akan menurunkan kepuasan kerja.

Sehubungan hal tersebut diatas, maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih jauh mengenai Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT Mirota KSM INC Yogyakarta.

 

B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut;

1.   Bagaimanakah pengaruh kepuasan kerja karyawan yang terdiri atas faktor individual, faktor hubungan antar karyawan dan faktor eksternal terhadap prestasi kerja karyawan di PT Mirota KSM INC Yogyakarta.

2.   Manakah yang lebih dominan diantara faktor individual, faktor hubungan antar karyawan dan faktor eksternal pengaruhnya terhadap prestasi kerja karyawan PT Mirota KSM INC Yogyakarta.

 

C.   Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini ada dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk;

1.   Mengetahui seberapa besar pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap prestasi kerja karyawan di PT Mirota KSM INC Yogyakarta.

2.   Mengetahui faktor kepuasan kerja yang dominan diantara faktor individual, faktor hubungan antar karyawan dan faktor eksternal.

 

D.   Manfaat Penelitian

1.   Bagi perusahaan tempat dilakukan penelitian; hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan untuk pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia.

2.   Bagi peneliti; hasil penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang berharga dalam menerapkan teori-teori yang didapat di bangku kuliah.

3.   Bagi pihak lain; hasil penelitian ini diharapkan sebagai informasi untuk penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan sumber daya manusia.

 

 

 

ANALISIS KEPUASAN NASABAH PADA PELAYANAN JASA BANK DI BANK RAKYAT INDONESIA UNIT PAKEM CABANG SLEMAN YOGYAKARTA


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi ini, kualitas dipandang sebagai salah satu alat untuk mencapai keunggulan kompetitif, karena kualitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pemilihan produk dan jasa bagi konsumen. Kepuasan konsumen akan tercapai apabila kualitas produk dan jasa yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Kualitas jasa yang baik merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan, namun untuk memahami bagaimana mengevaluasi kualitas yang diterima oleh konsumen tidaklah mudah. Kualitas jasa lebih sukar untuk dievaluasi dibandingkan dengan kualitas barang, kualitas jasa tidak diciptakan melalui proses produksi dalam pabrik untuk kemudian diserahkan kepada konsumen sebagai kualitas barang. Sebagian besar kualitas jasa diberikan selama penyerahan jasa terjadi dalam proses interaksi diantara konsumen dan terdapat kontak personil dengan penyelenggara jasa tersebut.

Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi aktivitas perbankan terutama dalam segi pemrosesan data elektronik dan telekomunikasi. Bank harus dapat memilih mana yang bentuk dan jenis teknologi yang paling tepat digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, karena hal itu berpengaruh pula pada proses keputusan baik dari segi ketepatan dan keakuratannya dan yang paling penting adalah kemampuan dan kecepatan bank dalam memberikan pelayanan yang diperlukan oleh nasabah.

Untuk menciptakan good performance, bank tidak dapat menghindari fungsinya dari pelayanan nasabah. Pelayanan yang diberikan kepada nasabahnya akan mencerminkan baik tidaknya bank tersebut. Banyak riset yang menunjukkan bahwa prosentase jumlah nasabah yang memutuskan untuk tetap memakai jasa bank tertentu karena pelayanan yang mereka terima dirasakan ada kepuasan atau baik. Dengan kata lain, salah satu faktor yang mendongkrak pangsa pasar adalah peningkatan kualitas pelayanan. Kualitas dari suatu pelayanan memang merupakan kewajiban bagi perbankan. Pelayanan merupakan kunci sukses dari sebuah perbankan. Oleh karena itu pelayanan harus menjadi faktor perhatian manajemen perbankan dalam menjalankan suatu usaha.

Perlu dipahami pula bahwa kualitas tidak boleh dipandang sebagai suatu ukuran sempit hanya dari kualitas produk dan jasa semata. Kualitas meliputi keseluruhan aspek organisasi. Zeithmal Parasuraman, & Berr (1988) mengemukakan terdapat lima dimensi yang menentukan kualitas pelayanan ditinjau dari sudut pandang pelanggan, yaitu :

  1. Realibility : kemampuan untuk memberikan jasa dengan segera dan memuaskan.
  2. Responsiveness : kemampuan untuk memberikan jasa dengan tanggap.
  3. Assurance : kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf, bebas dari bahaya, resiko dari keraguan.
  4. Emphaty : kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pelanggan.
  5. Tangibles : fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.

 

Dengan berbagai alasan yang telah disebutkan di atas, sangat menarik untuk menjadikan bank sebagai amatan dalam pembuatan skripsi ini. Karena bank adalah salah satu perbankan yang menomorsatukan kualitas suatu service untuk menciptakan kepuasan nasabah. Salah satu konsep yang telah banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas suatu jasa serta untuk meningkatkan daya saing bank, yaitu melalui konsep Total Quality Service (TQS). Berdasar uraian di atas, maka menarik untuk dilakukan penelitian dengan judul “Analisis Kepuasan Nasabah Pada Pelayanan Jasa Bank di Bank Rakyat Indonesia Unit Pakem Cabang Sleman Yogyakarta.”

 

1..2. Rumusan Masalah

 Sesuai dengan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.  Apakah dimensi pelayanan jasa di bank BRI Unit Pakem memiliki tingkat kepentingan yang tinggi bagi nasabah?

2.  Apakah dimensi pelayanan jasa di bank BRI Unit Pakem pelaksanaannya telah dapat dikatakan sangat baik bagi nasabah ?

3.  Apakah nasabah sudah merasa puas dengan pelayanan jasa di bank BRI Unit Pakem?

 

1.3  Tujuan Penelitian

1.  Untuk mengetahui dimensi pelayanan jasa di bank BRI Unit Pakem yang memuaskan dan yang kurang memuaskan bagi nasabah.

2.  Untuk mengetahui dimensi pelayanan jasa di bank BRI Unit Pakem yang penting dan tidak penting bagi nasabah.

3.  Untuk mengetahui dimensi pelayanan jasa di bank BRI unit Pakem yang pelaksanaanya telah dikatakan sangat baik bagi nasabah

 

1.4. Manfaat penelitian

1.  Bagi penulis sebagai wahana penerapan ilmu yang telah diperoleh penulis di bangku kuliah.

2.  Bagi bank dapat membantu manajemen dalam mengambil kebijakan yang tepat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3.  Bagi pihak lain dapat dijadikan bahan referensi atau pembanding dalam kaitannya dengan kualitas pelayanan jasa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 94 other followers