Home » Skripsi Ekonomi Manajemen » STUDI EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKAN KEUNTUNGAN (STUDI KASUS PADA PT AMICO ART & CURIO SEMARANG)

STUDI EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKAN KEUNTUNGAN (STUDI KASUS PADA PT AMICO ART & CURIO SEMARANG)

Statistik

  • 1,413,423 Kunjungan


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini perkembangan dunia industri semakin maju, hal itu terbukti dengan banyaknya industri-industri baru yang mengelola berbagai macam produk. Dengan demikian kebutuhan akan faktor-faktor produksi menjadi bertambah banyak.

Kegiatan perusahaan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kegiatan produksi. Perusahaan mengadakan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mengadakan kegiatan produksi harus ada bahan baku. Oleh karena itu di dalam dunia usaha masalah bahan baku merupakan masalah yang sangat penting. Agar jangan sampai terjadi keterlambatan bahan baku, maka harus diadakan penentuan persediaan bahan baku secara baik.

“Persediaan bahan baku sebagai kekayaan perusahaan memiliki peranan penting di dalam operasi bisnis dalam pabrik” (Yamit, 1998 : 216). Bahan baku  merupakan faktor utama di dalam perusahaan untuk menunjang kelancaran proses  produksi,  baik  perusahaan  dalam  perusahaan  besar maupun perusahaan kecil.

Masalah penentuan besarnya persediaan merupakan masalah yang penting bagi perusahaan, karena persediaan mempunyai efek yang langsung terhadap keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam menentukan besarnya investasi (modal yang tertanam) dalam persediaan akan menekan keuntungan perusahaan. Adanya persediaan bahan baku yang terlalu besar dibandingkan kebutuhan perusahaan akan menambah beban bunga, biaya pemeliharaan dan penyimpanan dalam gudang, serta kemungkinan terjadinya penyusutan dan kualitas yang tidak bisa dipertahankan, sehingga semuanya ini akan mengurangi keuntungan perusahaan. Demikian pula sebaliknya, persediaan bahan baku yang terlalu kecil dalam perusahaan akan mengakibatkan kemacetan dalam produksi, sehingga perusahaan akan mengalami kerugian juga.

Cara penyelenggaraan persediaan bahan baku berbeda-beda untuk setiap perusahaan, baik dalam jumlah unit persediaan bahan baku yang ada dalam perusahaan, waktu penggunaannya, maupun jumlah biaya untuk membeli   bahan   baku   tersebut.   Paling   sedikit  ada tiga alasan perlunya persediaan bahan baku bagi perusahaan, yaitu (Yamit, 1998 : 216) :

1.      Adanya unsur ketidakpastian permintaan (permintaan yang mendadak).

2.      Adanya unsur ketidakpastian pasokan dari supplier.

3.      Adanya unsur ketidakpastian tenggang waktu.

Untuk menghadapi ketiga unsur ketidakpastian tersebut, pihak perusahaan harus mampu mengantisipasinya. Antisipasi tersebut berkaitan erat dengan tujuan diadakannya persediaan bahan baku, yaitu (Yamit, 1998 : 216) :

1.      Untuk memberikan layanan yang terbaik  pada pelanggan.

2.      Untuk memperlancar proses produksi.

3.      Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan persediaan (stock out).

4.      Untuk menghadapi fluktuasi harga.

Pencapaian tujuan tersebut menimbulkan konsekuensi bagi perusahaan, yaitu harus menanggung biaya maupun risiko yang berkaitan dengan persediaan (Yamit, 1998 : 216).

Metode EOQ (Economical Order Quantity) merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan bahan baku terbaik yang dibutuhkan perusahaan untuk menjaga kelancaran produksinya dengan biaya yang efisien. Metode ini sering dipakai karena mudah untuk dilaksanakan dan mampu memberikan solusi yang terbaik bagi perusahaan, karena dengan perhitungan menggunakan EOQ tidak saja akan diketahui berapa jumlah persediaan yang paling efisien bagi perusahaan, tetapi akan diketahui juga biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dengan persediaan bahan baku yang dimilikinya (dihitung dengan menggunakan TIC/Total Inventory Cost) dan waktu yang paling tepat untuk mengadakan pembelian kembali (dihitung dengan menggunakan ROP/Reorder Point). Berdasarkan karakteristik EOQ di atas, maka penggunaan EOQ dalam pengendalian persediaan bahan baku akan membuat biaya persediaan perusahaan menjadi efisien.

PT Amico Art & Curio merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang furniture dengan tujuan ekspor. Selama ini perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi, sistem persediaannya tidak menggunakan teknik EOQ, sehingga dari penelitian awal yang dilakukan, dapat diketahui bahwa perusahaan seringkali mengalami kekurangan bahan baku ketika proses produksi sedang berjalan. Hal ini cukup mengganggu proses produksi, karena untuk memenuhi permintaan ekspor harus tepat waktu.

Berkaitan dengan hal-hal yang telah diuraikan di atas, terlihat betapa pentingnya perencanaan dan pengendalian bahan baku menggunakan teknik EOQ. Oleh karena itu Penulis mengadakan penelitian berjudul STUDI EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKAN KEUNTUNGAN (Studi Kasus pada PT AMICO ART & CURIO Semarang).

 

1.2.  Rumusan Masalah  

Berkaitan dengan bahan baku pada PT Amico Art & Curio Semarang, maka dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

1.      Berapa besar pembelian bahan baku yang paling ekonomis?

2.      Berapa total inventory cost bahan baku?

3.      Kapan harus dilakukan pembelian bahan baku?

 

1.3.  Batasan Masalah

Agar penelitian dapat dilakukan dengan baik diadakan batasan masalah sebagai berikut :

Untuk mengetahui besar pembelian bahan baku yang paling ekonomis, maka perlu diketahui data tentang :

Data penjualan perusahaan selama 5 tahun terakhir (1999-2003).

Data produksi perusahaan selama 5 tahun terakhir (1999-2003).

Data persediaan bahan baku 5 tahun terakhir (1999-2003).

Untuk mengetahui total inventory cost bahan baku maka perlu diketahui data tentang : Jumlah bahan baku yang dipesan setiap kali pemesanan.

Untuk mengetahui waktu ketika harus dilakukan pembelian bahan baku maka perlu diketahui data tentang :

Jumlah pemakaian bahan baku yang sesungguhnya

Rata-rata jumlah pemakaian bahan baku

Jumlah persediaan pengaman agar produksi tetap dapat berjalan (safety stock).

Waktu tunggu (lead time) sampai bahan baku yang dipesan datang

Untuk mengetahui jumlah produksi pada tahun tertentu diketahui dari ramalan penjualan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data jumlah produksi tersebut dapat diketahui kebutuhan bahan baku pada tahun yang bersangkutan yang diperhitungkan dari kebutuhan bahan baku untuk membuat satu unit produk dikalikan dengan jumlah produk yang akan diproduksi.

Model yang digunakan adalah EOQ dengan asumsi :

1.      Permintaan akan produk adalah konstan.

2.      Harga per unit produk adalah konstan.

3.      Biaya penyimpanan per unit produk (C) adalah konstan.

4.      Biaya pemesanan per pesanan (S) adalah konstan.

5.      Waktu antara pesanan dan barang-barang diterima (lead time) adalah konstan.

6.      Produk yang diteliti adalah kursi.

 

1.4. Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakan penelitian adalah :

1.      Untuk mengetahui besar pembelian bahan baku yang paling ekonomis.

2.      Untuk mengetahui total inventory cost bahan baku.

3.      Untuk mengetahui jumlah pemesanan kembali disaat waktu pemesanan bahan baku harus dilakukan.

 

1.5.  Manfaat Penelitian 

Manfaat penelitian yang dapat diperoleh adalah :

1.      Bagi penulis

Dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah di lapangan.

2.      Bagi perusahaan

Dapat dijadikan masukan dalam menentukan kebijakan persediaan bahan baku perusahaan.

3.      Bagi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Dapat dijadikan sumbangan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang manajemen produksi.

 

1.6. Metode Penelitian

1.  Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang semata-mata melukiskan keadaan obyek atau peristiwa secara mendetail dan mendalam (Hadi, 1987 : 3).

2.  Sumber Data

Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data sekunder, yang terdiri dari :

1.      Data penjualan perusahaan selama 5 tahun terakhir (1999-2003).

2.      Data produksi perusahaan selama 5 tahun terakhir (1999-2003).

3.      Data persediaan bahan baku 5 tahun terakhir (1999-2003).

4.      Sejarah singkat perusahaan.

5.      Struktur organisasi perusahaan.

3.   Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang diperlukan dengan cara mempelajari dan mengutip arsip-arsip dan catatan-catatan yang ada di dalam laporan persediaan dan kebutuhan bahan baku PT Amico Art & Curio Semarang.

About these ads

Leave a comment

  1. budi permana says:

    Saya pesan judul : Studi Evaluasi Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dalam Upaya Untuk Mengoptimalkan Keuntungan (Studi Kasus pada PT Amico Art & Curio Semarang

    PS: gimana cara trasaksinya?kalau saya ingin bertanya-tanya atau konsultasi tentang skripsi ini bisa gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 94 other followers

%d bloggers like this: