PENGARUH PRODUCT IMAGE TERHADAP MINAT MEMBELI KONSUMEN PADA CELANA FORMAL MEREK CARDINAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Dengan bertambah maraknya dunia fashion di Indonesia akibat semakin banyaknya mode-mode fashion, maka dapat melengkapi masyarakat Indonesia daiam hai memiiih baju atau celana yang akan dipakainya. Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia, jenis pakaian yang senantiasa mengikuti akan keinginan konsumen lebih diminatj, oleh sebab itu hal ini mendorong pertumbuhan industri-industri garmen untuk dapat memenuhi keinginan konsumennya, sehingga banyak bermunculan produsen-produsen baru dan industri yang mendorong tingkat persaingan.
Dengan adanya persaingan tersebut, maka dapat memberikan manfaat yang positif pada masyarakat Indonesia yaitu dengan tersedianya berbagai macam pilihan merek, ukuran, bentuk dan harga sehingga memberikan banyak alternatif daiam menentukan suatu pilihan. Hal tersebut akhirnya membuat para calon pembeli menghadapi kesulitan saat akan memiiih produk mana yang akan dibe”, persepsinya pada citra suatu produk atau merek akan muncul dan akan menjadi saiah satu rangsangan atau stimulus daiam menentukan suatu produk yang akan dibeli. Citra merek atau produk yang paling ia ingat dan ia yakini baik yang akan ia pilih. Dalam hal ini citra atau merek memegang peranan cukup penting, oieh karena itu saat ini banyak perusahaan saling bersaing mempengaruhi para calon pembeli untuk memiiih produk mereka dengan berupaya melakukan promosi, dengan jalan : periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, usaha penjualan, pemasaran langsung. Hal tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk baru mereka agar diketahui, diterima, diingat, dan selanjutnya diharapkan bisa dikonsumsi. Promosi bertujuan pertama untuk menciptakan pengenalan akan merek {brand awareness di masyarakat yang kemudian diharapkan membentuk suatu citra {/mage). Jika citra yang baik itu terbentuk akan menjadikan suatu keuntungan bagi perusahaan karena
diharapkan masyarakat akan semakin mengetahui dri atau sifat yang ada pada produk merek tersebut
Promosi yang dilakukan juga berguna bagi perusahaan-perusahaan yang sudah ada sejak tama dan sudah memilikl nama balk, yaitu membangun dtra jangka panjang untuk suatu produk, untuk mengingat kembaii keberadaan produk mereka seta terus melakukan komunikasi sehingga dtra produk mereka dapat tetap terjaga dan konsumen diharapkan semakin loyal kepada merek tersebut
Demikian juga yang terjadi dengan perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA sebagai salah satu produsen pakaian yang cukup terkenal di Indonesia yang memproduksi pakaian dengan merek Cardinal yang terus berupaya untuk melakukan promosinya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis. Dalam upaya untuk terus melakukan promosinya dan dalam upaya mengadapi persaingan, perusahaan
P.T. MULTI GARMENJAYA didalam memproduksi celana merek Cardinal senantiasa melihat akan kebutuhan para konsumennya, misalnya bentuk atau desainnya, pilihan warna, kualitas atau mutu yang baik, serta harga yang tidak terialu mahal dan juga jaringan distribusi yang luas.
Dengan memperhatikan hal tersebut, maka perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA didalam memproduksi celana dengan merek Cardinal diharapkan dapat memenangkan persaingan.
Berdasarkan uraian diatas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penetitian tentang : “Pengaruh Produk Image Terhadap Minat Membeli Konsumen Pada Produk Celana Formal Merek Cardinal”.
1.2 Identifikasi Masalah
1.Bagaimana tanggapan konsumen tentang Product Image celana formal merekCardinal ?
2.Bagaimana perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA membangun Product Imageterhadap produknya yaitu celana formal merek Cardinal?
3.Seberapa besar pengaruh Product Image terhadap Minat Membeli Konsumen?

1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui: 1.Tanggapan Responden Terhadap Product Image dart Celana Format Merek Cardinal. 2.Pelaksanaan membangun Product Image di perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA Terhadap Produknya yaitu Ceiana Formal Merek Cardinal. 3.Sampai seberapa besar pengaruh Product Image terhadap minat membeti konsumen.

1.4 Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini penuiis berharap dapat membeiikan manfaat bagi pihak-pihak berikut:
1 Bagi Perusahaan (P.T. MULTI GARMEN JAYA) Penelitian ini diharapkan dapat membeiikan informasi serta masukan yang berguna bagi kegiatan pemasaran yang dilakukan terhadap produk yang dlhasilkan.
2 Bagi Penulis Untuk membandingkan antara teori-teori Manajemen khususnya manajemen Pemasaran yang penuiis pelajari seiama kuiiah dengan kenyataan yang terjadi sesungguhnya sehingga dapat menambah pengetahuan bagi penuiis.
3 Bagi Masyarakat Umum Khususnya bagi calon pembeli produk ceiana formal merek Cardinal supaya menjadi merek utama dalam pemilihan produk ceiana.
4 Untuk menambah pengetahuan dan memberikan manfaat khususnya di bidang manajemen pemasaran.

1.5 Kerangka Pemikiran
Suatu perusahaan akan memperoleh banyak keuntungan jika memiliki produk yang baik di masyarakat luas, yang secara tidak iangsung akan membantu perusahaan dalam memasarkan produk mereka. Pada saat calon pembeli akan memutuskan produk mana yang akan dipilih, calon konsumen akan terbawa secara sadar atau tidak sadar pada persepsinya pada suatu citra {image}. Qtra tersebut dapat berupa citra kepada produk tertentu, merek tertentu, perusahaan tertentu, toko tertentu dan Iain-Iain. Dalam hal ini perusahaan harus memiliki kualitas dan keunggulan-keunggulan dalam produknya serta memiliki Iayanan puma jual yang selalu siap menanggani keluhan-keluhan konsumen. Pengaruh citra secara sadar atau tidak sadar akan mempengaruhi keputusan membeli, contohnya saat kita akan membeli minuman mineral, ingatan kita biasanya teringat kepada merek tertentu saja yaitu Aqua padahal jika kita teliti kembali masih sangat banyak merek lainnya. Dalam hal ini Aqua memiliki citra merek yang sudah tertanam dengan baik.
Demikian juga yang terjadi dengan produk pakaian, dimana masyarakat akan membeli prcduk celana yang berkualitas diatas rata-rata produk lain, pikirannya akan berkutat pada merek-merek lain.
Akan tetapi jika masyarakat akan membeli produk pakaian harganya murah, maka ingatannya akan tertuju pada merek tertentu. Masing-masing memiliki citra yang berbeda-beda di benak konsumen.
Seperti pernyataan Kotler dan Armstrong (1994:320) dalam buku Principles of Marketing yaitu :
“A product image is the way consumers perceived and actual or potential poducf.
Kotler (1980;hal :321) mengemukan bahwa :
“A product image is a particular subjective picture consumers actually acquire of the product”.
Sedangkan arti persepsi menurut Kotier dan Armstrong (1997:156) dalam buku Dasar-dasar Pemasaran adalah sebagai berikut:
“Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti di duniaā€¯.
Persepsi yang berbeda menciptakan segmentasi pasar, sehingga perusahaan harus hati-hati dalam membangun suatu citra di masyarakat, apabila perusahaan salah dalam membangun dtra akan membuat masyarakat salah dalam mempersepsikan produk tersebut. Merek-merek yang masih belum terkenal di masyarakt masih hams lebih giat membangun dtra produknya, misalnya: meningkatkan kualitas dan fasilitas produknya serta menyediakan Iayanan puma jual selain itu juga perusahaan dapat melakukan promosi yang gencar.
Sedangkan merek-merek yang sudah dikenal di masyarakat haruslah mempertahankan dtra produknya baik melalui promosi untuk sekedar mengingatkan bahwa merek tersebut masih ada, maupun untuk memperkenalkan produk lainnya.
Citra produk dapat terbentu dari atribut-atribut yang ada pada produk tersebut seperti : kualitas, warna, desain, kemasan, merek, pelayanan, dan lain sebagainya.
Atribut-atribut tersebut menjadi suatu stimuli dalam proses keputusan. Dimana proses tersebut biasanya melalui lima tahapan menurut Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran I (1997;257) yaitu : Pengenalan masalah (problem recognition), pencarian informasi (information se
arch), penilaian alternate (Evaluation of altematif), keputusan membeli (purchase decision) dan perilaku setelah pembelian (postpurchase behaviour).
Pertama kali para calon konsumen biasanya menyadari suatu perbedaan antara keadaan sebenarnya dengan keadan yang diinginkan misalnya: ia merasa ada sesuatu yang kurang kalau hanya menggunakan celana yang hanya dijual di pinggir jalan, sehingga ia berniat untuk membeli celana yang sudah memiliki merek terkenal.
Calon kunsumen yang tergugah minatnya mungkin akan mencari informasi lebih banyak lagi. Jika dorongan konsumen kuat dan objeknya dapat memuaskan kebutuhan tersebut tersedia, konsumen kemungkinan besar akan membeii produk tersebut. Jika tidak, kebutuhan konsumen itu akan tinggal mengendap dalam ingatannya (ia tidak tagi aktif dalam mencari informasi lebih lanjut). Dalam melakukan pencarian informasi, calon konsumen dapat memperoleh informasi dari sumber-sumber lain seperti: sumber pribadi (pribadi atau kerabat, teman, tetangga, kenalan), sumber niaga (periklanan, penjual, pameran), sumber pengalaman (pernah menanggani, menguji, mempergunakan produk tersebut (Tahap Pencarian Informasi).
Setelah memperoleh informasi dari berbagal sumber, selanjutnya calon pembeli akan dihadapkan pada beberapa alternatif merek produk. Qri-ciri atau sifat yang ada pada produk tersebut merupakan sesuatu yang menarik perhatian para calon pembeli. Pada tahap ini konsumen akan memperhatikan tiri-dri atau sifat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka, misalnya kualitas, harga model, garansi layanan puma jual serta daya tahan produk tersebut. Pada tahap ini pula dtra produk atau merek memegang peranan cukup penting, konsumen akan menggali kembali ingatannya pada suatu merek atau produk tertentu, mereka mencoba menseleksi persepsinya sendiri mengenai citra produk tersebut (Tahap Evaluasi Alternatif).
Calon kunsumen yang akan membeii suatu produk akan membuat lima macam keputusan membeii dalam melaksanakan maksudnya untuk membeii produk tersebut, yaitu keputusan tentang merek, keputusan membeii dari siapa, keputusan tentang jumlah, keputusan tentang waktu membeii, dan keputusan tentang cara membayar. Setelah semuanya dfpikirkan masak-masak maka ia akan membuat keputusan (Tahap Keputusan Membeii).
Jika pembelian telah dilakukan, konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang akan mempengaruhinya dalam membentuk suatu citra produk yang telah ia beli.
Jika ia merasa puas maka produk tersebut akan memperoleh tempat dihatinya dan akan semakin meningkatkan dtra produk tersebut (Perilaku Pasca Pembelian).
Jika ia merasa puas maka produk tersebut akan memperoleh tempat dihatlnya dan akan semakin meningkatkan dtra produk tersebut (Perilaku Pasca Pembeiian).
Berdasarkan kerangka pemiklran diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut: “Terdapat Hubungan yang Positif Antara Product Image Tertiadap Minat Membeli Konsumen Pada Produk Tersebut-.
Dengan asumsi bahwa variabel-varlabel lain dlluar citra produk dianggap tetap (cateris paribus).

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di P.T. MULTI GARMENJAYA yang berlokasi di Jalan Krawang No. 1, adapun waktu penelitian yang dilakukan penulis dimuiai pada akhir bulan Agustus 2003 sampai selesai.

About these ads

4 thoughts on “PENGARUH PRODUCT IMAGE TERHADAP MINAT MEMBELI KONSUMEN PADA CELANA FORMAL MEREK CARDINAL

  1. Pingback: TUGAS METODE RISET 1 « I love Dwike Agustina :)

  2. fajar

    tolong dong referensi atau daftar pustakanya, soalnya saya lg nulis skripsi dgn judul yang sama.
    terima kasih sebelumnya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s