Home » Skripsi Akuntansi » Analisis Prosedur Penghitungan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Pegawai pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang

Analisis Prosedur Penghitungan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Pegawai pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang

Statistik

  • 1,428,314 Kunjungan

BAB I

 

                        1.1. Latar Belakang

Fakta yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar penerimaan negara adalah dari sektor pajak. Hal tersebut dikarenakan sampai detik ini lebih dari 50 persen penerimaan negara yaitu dari sektor pajak masih menjadi  prioritas yang utama di Indonesia sebagai sarana untuk mensukseskan dan melancarkan pembangunan nasional yang terus berkesinambungan. Pada APBD 2005, sumbangan dari pajak mencapai Rp.239 triliun atau sekitar 80 persen dari total penerimaan negara. Sedangkan dari bea cukai menyumbang sekitar 40 triliun. Suatu negara yang memiliki penerimaan pajak yang tinggi akan dapat membiayai pembangunan nasional dari kekuatannya sendiri, dengan demikian perekonomian negara tersebut menjadi kokoh dan tidak perlu lagi tergantung dengan pinjaman negara maju lainnya ataupun lembaga pembiayaan internasional lainnya.

 Dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak dan rasio perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (tax ratio) secara bertahap, terus dilakukan langkah-langkah penyempurnaan terhadap kebijakan perpajakan dan sistem administrasi perpajakan, agar basis pajak dapat diperluas dan potensi pajak  yang tersedia dapat dipungut secara optimal. Dengan langkah-langkah tersebut rasio penerimaan pajak terhadap GDB dalam tiga tahun terakhir dapat ditingkatkan sekitar 13 persen pada tahun 2003, menjadi 14,0 persen dalam tahun 2005. Dengan perkembangan tersebut, peranan penerimaan perpajakan terhadap pendapatan negara mengalami perubahan, yakni dari 70,4 persen dalam tahun 2003, menjadi 69.1 persen dalam dalam APBN-P 2005. Perbandingan penerimaan dari sektor pajak dengan penerimaan Negara bukan pajak dapat dilihat pada Grafik 1.1 tentang perkembangan penerimaan negara berikut ini :

 

 

 

 

 Gambar 1.1

Grafik Perkembangan Pendapatan Negara Tahun 2003-2005

 

 

Sumber : Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Perkembangan Anggaran dan Pendapatan Negara Tahun 2003-2005.

 

 PPh 21 merupakan penyumbang terbesar ketiga bagi APBN dari total penerimaan pos pajak yang dipotong dari gaji/honor, sedangkan yang ke empat berasal dari PPh pasal 22 dan PPh yang berasal dari kegiatan impor. Kedua PPh tersebut masing-masing menyumbangkan penerimaan sebesar Rp. 16.51 triliun dan Rp.3,67 triliun atau masing-masing menyumbangkan 41,2 persen dan 70 persen diatas target APBN-nya. Lesunya perekonomian yang ditandai dengan banyaknya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) beberapa tahun terakhir ini ternyata tidak menurunkan pendapatan dari PPh pasal 21 ini. Perkembangan penerimaan beberapa jenis pajak dapat dilihat pada Grafik 1.2. berikut ini :

 

 

 

 Gambar 1.2

Grafik Penerimaan Beberapa Jenis Pajak Tahun 2003-2005

 

 

Sumber : Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Perkembangan Anggaran dan Pendapatan Negara Tahun 2003-2005.

 

 Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa kontribusi terbesar penerimaan pajak dalam negeri adalah penerimaan dari pajak penghasilan. Dari tahun ke tahun pajak penghasilan masih menjadi nomor satu dalam perkembangan penerimaan negara dari sektor pajak. Penerimaan PPh senantiasa mengalami peningkatan, dari Rp.101,9 Triliun atau 6,3 persen terhadap GDB pada tahun 2003, menjadi Rp.115,0 triliun atau 6,4 persen terhadap GDB pada tahun 2004, dan Rp.135,9 triliun atau 6,6 persen terhadap GDB dalam APBN-P 2005.

 Pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang penghitungan dan pemotongannya biasa dilakukan oleh pihak pemberi kerja.

 Dalam PPh 21 ini  banyak sekali peraturan-peraturan yang bisa berubah dan perhitungan-perhitungan yang perlu dicermati yang memungkinkan terjadinya moral hazard sehingga pajak terutang tidak sesuai dengan praktik sebenarnya, maka diperlukan pengkajian kesesuaian antara prosedur Penghitungan dan Pemotongan pajak penghasilan pasal 21  dan pelaporannya dengan peraturan perundang-undangan Perpajakan yang berlaku dan merupakan pajak terutang atas penghasilan yang menjadi kewajiban bagi wajib pajak untuk membayarnya. 

 Atas dasar hal diatas mahasiswa tertarik untuk mengambil penulisan Laporan Praktik Kerja Nyata dengan judul :

   “ Analisis Prosedur Penghitungan dan pemotongan Pajak Penghasilan    Pasal 21 Atas Pegawai pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang ”, Sehingga dengan pelaksanaan PKN ini diharapkan mahasiswa mampu menilai kesesuaian penerapan penghitungan dan Pemotongan pajak penghasilan pasal 21  di perusahaan yang bersangkutan dengan prosedur yang berlaku saat ini (Peraturan Menteri Keuangan No.564/KMK.03/2004 tentang penyesuian PTKP ).

                        1.2. Ruang Lingkup Praktek Kerja Nyata

 Praktek Kerja Nyata ini akan dilaksanakan di Pabrik Gula Kebon Agung Malang Selama pelaksanaan PKN diarahkan untuk mendapatkan bahan dan data yang relevan terhadap topik yang diambil, sekaligus memberikan sumbangsih tenaga dan fikiran dalam membantu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni pada bangku kuliah pada instansi yang ditempati untuk kegiatan Praktek Kerja Nyata. Adapun ruang lingkup dari pelaksanaan PKN adalah sebagai berikut :

      1. Penerapan prosedur penghitungan dan pemotongan pajak penghasilan pasal 21 pegawai tetap sehubungan dengan pekerjaannya pada instansi terkait.

      2. Pelaksanaan tata cara penghitungan, pemungutan dan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21, sehubungan mengenai perubahan PTKP pada mekanisme penghitungan..

       

                        1.3. Tujuan dan Manfaat Praktek Kerja Nyata

      a. Tujuan Praktek Kerja Nyata

Praktek Kerja Nyata ini mempunyai tujuan yang terbagi menjadi dua, yaitu :

      1. Tujuan umum

      a.   Untuk melatih pola pikir kritis dalam menyelesaikan suatu permasalahan pada organisasi kerja dimana PKN dilaksanakan

      b. Untuk membandingkan dan menerapkan sejauh mana ilmu pengetahuan yang didapat selama diperkuliahan dengan yang diterapkan di lapangan 

      c. Untuk membantu deskripsi secara langsung bagi mahasiswa yang akan terjun dalam lapangan pekerjaan tentang bagaimana etika seseorang bersikap dalam bekerja  

      d. Untuk memenuhi syarat menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Akuntansi 

      2. Tujuan Khusus

      a. Untuk mengetahui prosedur penghitungan  dan pemotongan  Pajak Penghasilan Pasal 21 pegawai Pabrik Gula Kebon Agung Malang.  

      b. Untuk mengetahui komponen penghasilan kotor dan komponen pengurang yang berhak diterima Pegawai Pabrik Gula Kebon Agung Malang sehubungan dengan PPh 21 yang terutang 

      c. Untuk membandingkan perhitungan PPh 21 terutang atas Pegawai Pabrik Gula Kebon Agung Malang dengan ketentuan yang berlaku.

      b. Manfaat Praktek Kerja Nyata 

Bagi Mahasiswa :

      a. Mahasiswa dapat menerapkan ilmunya secara langsung pada bidang yang ditekuni sehingga dapat membandingkan antara teori yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktek di lapangan. 

      b. Menambah pengalaman dan menciptakan kemampuan pola pikir yang lebih maju dan kreatif dalam menghadapi berbagai macam masalah dibidang perpajakan.

      c. Memperdalam dan meningkatkan ketrampilan serta kreatifitas dalam bidang perpajakan seiring dengan adanya undang-undang Perpajakan yang sewaktu-waktu dapat berubah. 

      d. Sebagai sarana untuk memperoleh data dalam rangka penyusunan laporan PKN / Tugas Akhir.

                   Bagi Program Diploma III Akuntansi:

      a. Sebagai bahan masukan guna melakukan evaluasi sejauh mana kualitas teori yang diberikan bila dibandingkan dengan perkembangan ilmu yang berada dalam praktek nyata. 

      b. Sebagai sarana dalam mempererat hubungan kerja antara Universitas Brawijaya dengan instansi terkait.

      c. Sebagai Kajian atas laporan laporan hasil praktek kerja nyata yang dilakukan mahasiswa sesuai dengan penyesuaian kurikulum. 

                   Bagi Instansi :

      a. Dengan disusunnya laporan PKN nantinya dapat diharapkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam pengambilan keputusan dimasa mendatang.

      b. Sebagai sarana menunjang pelaksanaan kerja. 

      c. Sebagai sarana yang menghubungkan lembaga pendidikan dengan instansi terkait dalam penyediaan lapangan kerja. 

 

                        1.4. Metode Pengumpulan Data

                  1.4.1. Sumber Data

 Dalam buku pedoman pelaksanaan dan penulisan laporan Praktek Kerja Nyata (PKN) dijelasakan bahwa sumber data adalah tempat mahasiswa Praktek Kerja Nyata mengambil data-data yang diperlukan untuk penulisan laporan Praktek Kerja Nyata.

 Namun penulisan laporan Praktek Kerja Nyata ini, selain data yang diperoleh dari Pabrik Gula Kebon Agung Malang penulis juga menggunakan berbagai data pendukung yang sesuai dengan obyek penelitian.

1.4.2. Jenis Data

 

  Terdapat dua cara jenis data yaitu:

                        1. Data Primer

 

 Yaitu data yang diambil dari penjelasan seseorang, dan penjelasan tersebut belum dituliskan dalam sebuah dokumen atau catatan-catatan resmi lainnya 

 2. Data Sekunder 

 Yaitu semua data atau informasi yang diperoleh dari dokumen atau catatan-catatan resmi yang dimiliki oleh perusahaan atau lembaga pemerintah maupun swasta  

 Laporan    Praktek  Kerja  Nyata  ini    menggunakan kedua   jenis data  yang  disebutkan   di atas. Dimana data  primer  diperoleh dari penjelasan para karyawan Pabrik  Gula  Kebon  Agung  Malang  ketika  penulis  melaksanakan  Praktek Kerja   Nyata.  Sedangkan data  sekunder  diperoleh  dari  catatan-catatan  yang   ada  di Pabrik  Gula  Kebon  Agung Malang   selebihnya  data-data dalam laporan Praktek Kerja  Nyata  ini berasal  dari  berbagai  literatur yang relevan terhadap masalah  yang  dihadapi 

                        1.4.3. Cara Pengumpulan Data 

 Cara pengumpulan data menjelaskan cara-cara yang dilakukan oleh mahasiswa peserta Praktek Kerja Nyata, bagaimana data-data dapat diperoleh. Penulisan Laporan Praktek Kerja Nyata mempergunakan metode-metode seperti dibawah ini:

            1. Riset Lapangan (Field Research)

 Yaitu cara pengumpulan data dengan mencari informasi langsung dari obyek Praktek Kerja Nyata. Sehubungan dengan praktek kerja ini, diperlukan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu:

            a. Wawancara (interview)

Merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang erat kaitannya dengan pokok bidang Praktek Kerja Nyata. 

            b.   Pengamatan (observasi)

Yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap obyek PKN sehingga dapat mengetahui proses tersebut dengan jelas yang sebenarnya.

            d. Dokumentasi

 

 Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati, melihat dokumen-dokumen, catatan-catatan yang ada dalam perusahaan, baik berupa tulisan, gambar maupun keterangan lainnya.

            2. Riset Pustaka (Library Research)

Yaitu cara pengumpulan data dengan mencari informasi data dari perpustakaan (literatur)

 

                        1.5. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA

 

         Sistematika penulisan akhir dari laporan Praktek Kerja Nyata sebagai berikut :

BAB I    PENDAHULUAN

               Bab ini  membahas  mengenai latar belakang, tujuan dan  kegunaan   penulisan laporan hasil praktik kerja nyata serta metode pengumpulan   data

BAB II   KAJIAN PUSTAKA

Bab ini memuat landasan-landasan teoritis yang relevan dengan bidang yang ditekuni yang mendukung topik penulisan laporan PKN.kajian pustaka diperlukan sebagai alat untuk mengukur sejauh mana perbedaan yang ada antara teori dan prakteknya yang ada dilapangan.

 BAB III  GAMBARAN UMUM OBYEK PRAKTEK KERJA NYATA

Bab ini memberikan gambaran atau keadaan umum instansi, seperti sejarah, struktur organisasi, keadaan personalia, deskripsi jabatan, kegiatan usaha, dan bentuk-bentuk pelayanan instansi.

BAB IV  HASIL KEGIATAN SELAMA PKN DAN EVALUASI

Bab ini berisi evaluasi antara teori yang ada dengan keadaan yang sebenarnya di instansi tersebut sesuai dengan bidang yang diambil sebagai topik dan memberikan laporan secara kronologis hasil kegiatan selama PKN  

BAB V    PENUTUP

Bab ini merupakan kesimpulan yang berisi uraian singkat dan jelas dari hasil yang ditemui selama melakukan PKN serta saran yang dapat dijadikan pertimbangan (Rekomendasi) penulis bagi instansi dan pihak lain yang memanfaatkan hasil laporan PKN ini

 

About these ads

3 Comments

  1. ian says:

    untuk refrensi / bhn pembanding

  2. ian says:

    bgs nie…
    bwt bahn skripsi…
    blh kirim ke email yh…

    makasih sblm ny..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 95 other followers

%d bloggers like this: