Home » Skripsi Manajemen » ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ALBUM BAND INDIE KOTA MALANG (Studi Pada Siswa SMP, Siswa SMA, Dan Mahasiswa Di Kota Malang)

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ALBUM BAND INDIE KOTA MALANG (Studi Pada Siswa SMP, Siswa SMA, Dan Mahasiswa Di Kota Malang)

Statistik

  • 1,432,398 Kunjungan

ABSTRAK

 

“Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Album Band Indie Kota Malang”

(Studi Pada Siswa AMP, Siswa SMA, Dan Mahasiswa Di Kota Malang)

 

Oleh: Faizal Abadi

Dosen Pembimbing: Wahdiyat Moko SE, MM

 

Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial dari bauran pemasaran yang meliputi variabel Produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3), dan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian album band indie kota Malang (Y), serta untuk mengetahui bauran pemasaran yang berpengaruh paling dominan.

Jenis penelitian adalah penjelasan (explanatory reseach), populasi penelitian meliputi siswa SMP, siswa SMA, dan mahasiswa di kota Malang Tahun Akademik 2005/2006. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling.  Alat pengukuran menggunakan skala Likert, dan diolah dengan menggunakan regresi berganda 

Berdasarkan hasil yang diperoleh, hipotesis pertama dapat diterima.  Untuk Siswa SMP dengan nilai Fhitung sebesar 18,436 yang lebih besar dari Ftabel (18,436 > 2,69), untuk siswa SMA dengan nilai Fhitung sebesar 7,585 yang lebih besar dari Ftabel (7,585 > 2,69), dan mahasiswa dengan nilai Fhitung sebesar 5,037 yang lebih besar dari Ftabel (5,037 > 2,69). 

Sedangkan hipotesis kedua, untuk siswa SMP hipotesis diterima sebab variabel produk adalah variabel yang paling dominan dengan nilai koefesien beta sebesar 0.537.  Dengan nilai adjusted (R2) sebesar 0.691, kemampuan persamaan regresi yang diperoleh dalam memprediksi nilai variabel dependen adalah sebesar 69,1%, sedangkan sisanya (31,9%) dijelaskan oleh faktor lain diluar empat variabel yang telah diteliti.  

Hipotesis kedua untuk siswa SMA ditolak sebab variabel promosi ternyata paling dominan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,435, lebih besar dari koefisien beta variabel produk (0,435>0,411).  Dengan nilai adjusted (R2) sebesar 0.459, kemampuan persamaan regresi yang diperoleh dalam memprediksi nilai variabel dependen adalah sebesar 45,9%, sedangkan sisanya (54,1%) dijelaskan oleh faktor lain diluar empat variabel yang telah diteliti.  

Sedangkan untuk mahasiswa, hipotesis kedua juga ditolak sebab sebab variabel saluran distribusi ternyata paling dominan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,377, lebih besar dari koefisien beta variabel produk (0,377>0,009).  Dengan nilai adjusted (R2) sebesar 0.343, kemampuan persamaan regresi yang diperoleh dalam memprediksi nilai variabel dependen adalah sebesar 34,3%, sedangkan sisanya (65,7%) dijelaskan oleh faktor lain diluar empat variabel yang telah diteliti.  

Dalam memasarkan produknya, band indie harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik konsumen yang akan dijadikan target market.  

 

Kata kunci: produk, harga, saluran distribusi, promosi, keputusan pembelian.

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

                        1.1 Latar Belakang

 

 Pada saat ini dapat kita lihat dikehidupan sehari-hari, khususnya fenomena di kota besar yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan bagi karyawan maupun kegiatan sekolah bagi mereka yang mempunyai status sebagai pelajar. Setiap hari mereka bergelut dengan rutinitas yang seringkali membuat mereka bosan terhadap kehidupan yang mereka alami.

 Ketika hal tersebut mulai memuncak, setiap orang pasti membutuhkan suatu sarana untuk melepaskan ketegangan akibat rutinitas yang mereka lakukan. Hal tersebut dapat berupa dengan rekreasi, jalan-jalan, menonton bioskop maupun mendengarkan musik.  Jika seseorang dalam melepaskan lelahnya untuk mendengarkan musik, tentunya mereka akan memilih jenis musik yang mereka sukai. 

 Pada saat ini banyak bermunculan  penyanyi maupun grup band yang bertujuan sebagai sarana pengekspresian potensi seni yang ada dalam diri mereka maupun yang terbentuk atas dasar potensi pasar yang cukup terbuka terhadap jenis musik tertentu yang pada saat itu sedang menjadi tren. 

 Sejarah perkembangan grup musik di Indonesia dimulai pada tahun 1969 sampai dengan awal 1980.  Dekade ini diwarnai dengan munculnya grup band antara lain The Gank Of Harry Roesly, The Rollies dan Giant Step, God Bless, AKA, Panbers, dan Koes Plus. Sedangkan pada tahun 1980 sampai tahun 1990, dunia musik di Indonesia diwarnai dengan band-band baru seperti Slank, RC Formation, dan Los Angeles (sebelum berganti nama menajdi Boomerang pada awal 1990-an).

 Pada tahun 1990 sampai dengan tahun 2000, muncul band-band baru dengan membawa berbagai jenis musik, The Groove dengan musik Jazz, Kahitna dan Java Jive dengan nuansa pop, serta Gigi dengan aliran rock.  Sedangkan pada tahun 2000 sampai dengan saat ini , banyak bermunculan band-band baru dengan beragam jenis warna musik yang mereka bawakan, seperti Peterpan, Sheila On Seven, Radja, dan Samsons.

 Hasil dari karya seni yang mereka buat tidaklah optimal jika dinikmati oleh mereka sendiri, oleh karena diperlukan sarana untuk meningkatkan nilai jual hasil karya mereka dengan merekam lagu yang mereka ciptakan melalui perusahaan rekaman.  Hal ini perlu dilakukan agar hasil karya merekan dapat juga dinikmati oleh orang lain. 

 Sejarah Industri rekaman di Indonesia dimulai pada awal tahun 1960-an, tatkala studio Irama mulai merekam lagu-lagu jenis hiburan (untuk menyebut lagu pop pada saat itu) melalui cakram (piringan hitam) untuk Nien Lesmana, Rahmad Kartolo dan Koes Bersaudara. Lalu terjadi perkembangan yang berarti memasuki awal dekade 1970-an, tatkala almarhum Dick Tamimi mendirikan perusahaan rekaman Dimita, yang akhirnya merekam album Koes Plus, band wanita Dara Puspita, dan Panbers. Pada saat inilah Indonesia mulai mempunyai band-band rekaman yang kemudian mampu menyemarakkan industri rekaman pop maupun panggung (www.amild.com )

 Seiring dengan berkembangnya teknologi diindustri musik, untuk merekam lagu tidak lagi menggunakan piringan hitam melainkan sudah melalui media kaset maupun Compact Disc.  Pada saat ini telah banyak perusahaan rekaman yang ada di Indonesia seperti Sony Music, Aquarius Musikindo, BMG Music Indonesia, dan Virgo Ramayana Record.  Perusahaan rekaman inilah yang nantinya akan mamproduksi dan memasarkan hasil karya para musisi tersebut.

 Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk-produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler,2002:9).

   Perusahaan rekaman dikategorikan menjadi dua bagian.  Yang pertama adalah perusahaan rekaman yang berskala besar atau biasa disebut major label. Perusahaan ini pada umumnya mengakomodasi band-band besar yang sudah mempunyai penggemar yang banyak.  Selain itu jangkauan pemasaran maupun produksi major label luas dan besar. Sheila on 7, Padi, Radja adalah beberapa grup band yang bernaung di bawah major label

 Sedangkan yang kedua adalah indie label, kebalikan dari major label. Indie Label mengakomodasi band-band lokal atau daerah. Kadangkala band-band itu sendiri yang melakukan kegiatan pemasarannya. Tidak seperti major label yang kadangkala terlalu ikut campur dengan konsep musik yang akan dihasilkan oleh band-band mereka sesuai dengan selera pasar, pada band yang bernaung di indie label atau biasa disebut band indie.  Mereka dengan bebas mengeksplorasi keinginan bermusik mereka tanpa ada campur tangan dari pihak lain.

 Salah satu band kondang yang dibesarkan lewat jalur indie label adalah Nirvana, bentukan almarhum Kurt Cobain pada 1986.  Sedangkan untuk di Indonesia, salah satu pelopor untuk aliran dan sistem produksi indie label itu, adalah Pas Band. Band asal Bandung yang sempat memperjuangkan idealisnya di awal karir itu, memberanikan diri merilis album pertama yang bertajuk 4 Through The Sap (1994) dengan modal sendiri. Bagaimana dengan band Indie di kota  Malang, pada saat ini terdapat ratusan band indie, beberapa band indie asal Malang bahkan saat ini telah digaet oleh major label seperti Flanella dan Green Master.

 Berdasar ha-hal di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul ” ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ALBUM BAND INDIE KOTA MALANG”

                        1.2 Perumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimanakah keputusan pembelian konsumen terhadap album band Indie di  kota Malang berdasarkan bauran pemasaran ?

2. Variabel bauran pemasaran manakah yang dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian album band indie kota Malang? 

 

1.3. Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi hanya mengenai permasalahan pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Saluran Distribusi, dan promosi terhadap keputusan pembelian album band indie kota Malang yang dibatasi pada siswa SMP, SMA, dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota Malang Tahun Akademik 2005/2006. 

1.4. Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan permasalahan yang telah di sebutkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk:

                        1. Mengetahui bauran pemasaran yang terdiri atas  Produk, Harga, Saluran Distribusi, dan Promosi secara simultan maupun parsial mempengaruhi siswa SMP, siswa SMA, dan mahasiswa dalam keputusan pembelian album band indie kota Malang.  

                        2. Mengetahui bauran pemasaran  diantara Produk, Harga, Saluran Distribusi, dan promosi yang paling mempengaruhi siswa SMP, siswa SMA, dan mahasiswa dalam keputusan pembelian album indie kota Malang.  

 

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai    berikut:

                        1. Bagi Mahasiswa

             Dapat memperoleh tambahan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan yang relevan untuk meningkatkan kompetensi, dan kecerdasan intelektual.

             Berkesempatan untuk belajar menerapkan pengetahuan teoritis yang diperoleh di program pendidikan dalam berbagai kasus riil yang terjadi di dalam industri rekaman.

                      2. Bagi Band Indie Label

             Sebagai salah satu acuan dalam meningkatkan kualitas bermusik band indie di kota Malang.

             Sebagai salah satu dasar untuk mengetahui keinginan konsumen dalam keputusan pembelian album band indie kota Malang.

                      3. Bagi Fakultas / Perguruan Tinggi

             Meningkatkan relevansi kurikulum berbagai program pendidikan di Fakultas Ekonomi dengan dunia kerja.

             Sebagai media aplikasi bahan pengajaran materi kuliah.

 

About these ads

12 Comments

  1. [...] ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ALBUM BAND INDIE KOTA MALANG (Studi … [...]

  2. Parjan the Greats says:

    mohon dikirimkan jurnal Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Album Band Indie Kota Malang. atau jurnal lain yang masih satu tema dng penelitian ini/tsb.
    terima kasih banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 95 other followers

%d bloggers like this: