Home » Skripsi Ilmu Ekonomi (IESP) » PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) (Studi di Bursa Efek Jakarta)

PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) (Studi di Bursa Efek Jakarta)

Statistik

  • 1,439,967 Kunjungan

ABSTRAK

 

Investasi melalui pasar modal selain memberikan hasil, juga mengandung resiko. Besar kecilnya resiko di pasar modal sangat di pengaruhi oleh keadaan negara khususnya di bidang ekonomi, politik dan sosial. Mudji Utami menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham adalah Profitabilitas, Tingkat suku bunga SBI, inflasi dan nilai tukar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat bunga SBI, nilai kurs dollar AS, dan tingkat inflasi terhadap naik turunnya indeks harga saham dan untuk mengetahui variabel yang dominan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Tingkat bunga SBI, nilai kurs Dollar AS dan Tingkat inflasi  secara serempak berpengaruh tehadap Indeks Harga Saham Gabungan. Tingkat bunga SBI berpengaruh negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan, sedangkan Nilai Kurs Dollar AS dan Tingkat Inflasi berpengaruh positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Dari ketiga variabel independen, variabel Tingkat bunga SBI adalah Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan.

  

Kata Kunci: Tingkat Bunga SBI, Nilai Kurs Dollar AS, Tingkat Inflasi

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Permasalahan

   Investasi melalui pasar modal selain memberikan hasil, juga mengandung resiko. Besar kecilnya resiko di pasar modal sangat di pengaruhi oleh keadaan negara khususnya di bidang ekonomi, politik dan sosial. Keadaan di dalam perusahaan dapat juga mempengaruhi naik atau turunnya harga saham.

   Pertumbuhan investasi di suatu negara akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Semakin baik tingkat perekonomian suatu negara, maka semakin baik pula tingkat kemakmuran penduduknya. Tingkat kemakmuran yang lebih tinggi ini umumnya ditandai dengan adanya kenaikan tingkat pendapatan masyarakatnya. Dengan adanya peningkatan pendapatan tersebut, maka akan semakin banyak orang yang memiliki kelebihan dana, kelebihan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk disimpan dalam bentuk tabungan atau diinvestasikan dalam bentuk surat-surat berharga yang diperdagangkan dalam pasar modal.

   Namun krisis moneter yang melanda Indonesia sampai sekarang telah memporakporandakan perekonomian Indonesia yang semula mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, sehingga menimbulkan terjadinya inflasi. Akibat inflasi yang terus menerus meningkat dan peningkatannya tidak dapat dikendalikan, membuat semua bidang ekonomi terkena imbasnya. Khususnya pada pasar modal, harga saham mengalami fluktuasi yang begitu besar.

   Tingkat suku bunga SBI dalam 3 tahun terakhir terlihat mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh dari Bank Indonesia  dari www.bi.go.id , dimana tingkat suku bunga SBI pada tahun Desember 2002 adalah sebesar 12,93%, yang menurun menjadi sebesar 8,31% di tahun 2003, dan kembali menurun sebesar 7,43%. Semakin menurunnya tingkat suku bunga SBI ini ada indikasi dipicu oleh tingginya aktivitas perdagangan valuta asing dalam hal ini dollar Amerika, sehingga ada kecenderungan banyak investor yang lebih memilih menginvestasikan dananya di sektor perdagangan valuta asing. Nilai fluktuasi perdagangan valuta asing dalam hal ini rupiah dan dollar AS  dalam tiga tahun terakhir terbukti menunjukkan fluktuasi yang sangat tinggi dimana pada bulan Januari 2002 nilai kurs rupiah terhadap Dollar AS adalah Rp. 10.320 dan ditutup pada akhir Desember 2002 adalah sebesar Rp. 8.940. Pada bulan Januari 2003 nilai kurs Rupiah adalah sebesar Rp. 8876 dan ditutup pada akhir Desember 2003 adalah sebesar Rp. 8456, dan pada tahun 2004 nilai kurs rupiah terhadap Dollar pada bulan Januari 2004 adalah sebesar Rp. 8.841 dan ditutup pada Desember 2005 sebesar Rp. 9.290.

   Dari sisi tingkat inflasi seperti kita ketahui bersama semenjak krisis moneter yang melanda Indonesia dimana mana harga barang dan jasa secara keseluruhan naik, sehingga mengakibatkan nilai uang turun. Hal ini menunjukkan tingkat inflasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun dimana tingkat inflasi pada akhir Desember 2002 adalah sebesar 1.18% dan pada akhir Desember 2003 adalah sebesar 0.83% dan meningkat drastis pada akhir Desember tahun 2004 menjadi sebesar 10.04%. Adanya peningkatan ini dipicu kondisi politik yang masih belum stabil di tanah air, selain itu dipengaruhi pula oleh terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS, dimana nilai tukar rupiah kembali menyentuh di level Rp. 9290 di akhir Desember 2004. Secara jelas perubahan nilai SBI, nilai kurs dan inflasi pada tahun 2004 terakhir dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini:

Tabel 1 

Perubahan nilai SBI, nilai kurs dan inflasi pada tahun 2004

 

NO

 

BULAN/TAHUN

 

TINGKAT SUKU BUNGA SBI

 

NILAI KURS

 

TINGKAT INFLASI

INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN

 

Sumber Data: http://www.bi.go.id, 2006

   Dari data pada tabel di atas terlihat nilai SBI yang turun pada akhir tahun dibandingkan dengan awal tahun, serta adanya peningkatan nilai kurs dari awal bulan Januari sebesar 8441 menjadi 9290, serta adanya peningkatan nilai inflasi secara drastis yakni sebesar 0,56 pada awal Januari menjadi 10.04 pada akhir Desember 2004 dimana fluktuasi ini akan dicari pengaruhnya terhadap nilai perubahan indeks harga saham pada awal Januari 2004 sebesar 752,93 serta mengalami peningkan pada Desember 2004 sebesar 1000.23. 

   Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sarwono (2003) disebutkan bahwa variabel rate of return on total assets, devidend payout ratio, financial leverage dan tingkat suku bunga merupakan variabel yang mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Begitu pula dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Okty, (2002) yang menyebutkan bahwa faktor ekstern yang mempunyai pengaruh besar terhadap harga saham adalah tingkat suku bunga dan inflasi. Dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham seperti yang tersebut di atas, penelitian ini akan difokuskan terhadap obyek penelitian bagaimana pengaruh nilai tingkat bunga SBI, nilai kurs dollar AS, dan tingkat inflasi, terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Dipilihnya faktor eksternal yang berpengaruh terhadap indeks harga saham ini mengingat kondisi situasi perekonomian Indonesia yang mengalami perubahan besar akibat krisis moneter yang melambungkan nilai inflasi, maupun kurs dollar AS yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi yang naik turun.

 

1.2 Permasalahan

            1. Sejauh mana nilai tingkat bunga SBI, nilai kurs dollar AS, dan tingkat inflasi,  berpengaruh terhadap Index Harga Saham Gabungan.

 

 2. Dari ketiga variabel yaitu tingkat bunga SBI, nilai kurs dollar AS, dan tingkat inflasi manakah variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap Index Harga Saham Gabungan.

 

1.3 Tujuan Penelitian

 1. Untuk mengetahui pengaruh tingkat bunga SBI, nilai kurs dollar AS, dan tingkat inflasi terhadap naik turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG).

 2. Untuk mengetahui variabel yang dominan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan.

 

1.4 Kegunaan Penelitian

 Hasil penelitian ini akan memberikan kegunaan:

 1. Memberikan gambaran tentang keadaan perusahaan publik terutama pengaruh signifikan tingkat bunga SBI, nilai kurs dollar AS, dan tingkat inflasi terhadap harga saham perusahaan publik. Selain itu juga dapat memberikan informasi dan masukan yang dibutuhkan oleh pemegang saham, kreditur dan pihak-pihak terkait lainnya.

 2. Peneliti dan pembaca lain hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi peneliti lain yang mengadakan penelitian dalam ruang lingkup yang sama. Juga diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi pembacanya.

 

About these ads

28 Comments

  1. ana says:

    tolong donk cariin jurnal yg berhubungan dengan PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, TINGKAT INFLASI, DEPOSITO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)…thx

  2. dinoel says:

    tolong donk cariin jurnal yg berhubungan dengan PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, TINGKAT INFLASI, DEPOSITO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)..please…thx brow…:)

  3. Marlina says:

    Tolong bantu saia
    Carikan Jurnal tentang
    “Pengaruh Inflasi, tingkat suku bunga, Retun on Asset dan Earning per Share terhadap harga Saham yang tercantum di BEJ”
    termakasi..
    =)..

    Sangat diharapkan bantuannya.

  4. Ria says:

    tolong cariin jurnal tentang pasar valas lengkap dunk,,,, thanks sebelumnya

  5. Ria says:

    Bisa minta tolong liat jurnal PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) lengkap dunk,,,, thanks sebelumnya

  6. ariez says:

    tolong cariin jurnal ttg pasar valas…judul sama pengarang beda…thx (+_~)

  7. kamil says:

    Bisa carikan jurnal dengan judul “pengaruh kurs GBU terhadap USD..thanks sebelumnya….

  8. kamil says:

    Bisa carikan jurnal dengan judul “pengaruh kurs GBP terhadap USD…thanks sebelumnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 96 other followers

%d bloggers like this: