Home » Skripsi Akuntansi » PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004)

PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004)

Statistik

  • 1,446,366 Kunjungan

ABSTRAKSI

 

 Pengumuman right issue merupakan informasi yang diperuntukkan bagi investor dalam pengambilan keputusan menjual atau membeli saham. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh pengumuman right issue terhadap tingkat keuntungan dan likuiditas saham di Bursa Efek Jakarta.

 Sampel dari penelitian ini yaitu 36 perusahaan yang melakukan pengumuman right issue di Bursa Efek Jakarta selama periode 2000 sampai dengan 2004. Market model digunakan untuk mengestimasi abnormal return. Abnormal return adalah selisih antara tingkat keuntungan yang sesungguhnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan Trading Volume Activity (TVA) untuk menguji perbedaan pada aktivitas perdagangan seputar hari pengumuman right issue. Untuk menguji perbedaan tingkat keuntungan maupun likuiditas saham antara sebelum dan sesudah  pengumuman right issue, peneliti menggunakan uji statistik-t (t-test).

 Secara empiris, penelitian ini mampu membuktikan bahwa pasar bereaksi terhadap pengumuman right issue pada periode menjelang pengumuman right issue. Pengujian terhadap abnormal return saham menunjukkan bahwa penelitian ini gagal menemukan adanya perbedaan pada periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue, sedangkan pengujian terhadap volume perdagangan saham menunjukkan bahwa penelitian ini juga gagal menemukan adanya perbedaan pada periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue.

 

 

 

Kata kunci :  right issue, trading volume activity, abnormal return, market model

 

THE INFLUENCES OF RIGHT ISSUE ANNOUNCEMENT TO RATE OF RETURN AND STOCK LIQUIDITY ON JAKARTA STOCK EXCHANGE

(Empirical Study for Companies Listed in Jakarta Stock Exchange 

Period 2000-2004)

 

 

ABSTRACT

 

Announcement of right issue is information in order to investor to take decision in selling or buying stock. The objectives of this study are to give empirical evidence about the influences of right issue announcement to rate of return and stock liquidity in Jakarta Stock Exchange.

The samples of this research consist of 36 companies that do the right issue announcement in Jakarta Stock Exchange during 2000 to 2004. Market model is used to estimate abnormal return. Abnormal return is the difference between the actual and expected return rate. This research utilized Trading Volume Activity (TVA) to test the difference in trading activity around the issue day of stock offering (right issue). The data are analyzed using t-test statistic. 

Empirically, this study proofed that market will respond to the announcement right issue only at the day before announcement. The result of this research indicated that there are no different among rate of return and stock liquidity before and after the date of the right issue announcement.

 

 

 

Key words:  right issue, trading volume activity, abnormal return, market model

       

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

Pasar modal telah menjadi instrumen perekonomian yang sangat penting untuk sebuah negara. Disamping sebagai alternatif tempat untuk investasi dan pembiayaan, pasar modal juga dapat dijadikan indikator bagi perkembangan perekonomian sebuah negara. 

Sebagai tempat berinvestasi pasar modal mempertemukan unit surplus (investor) dengan unit defisit (perusahaan-perusahaan) untuk melakukan alokasi modal diantara mereka.  Pasar modal adalah  sumber dana segar jangka panjang, yang keberadaan institusi ini tidak hanya sebagai wahana sumber pembiayaan tetapi juga sebagai sarana investasi yang melibatkan seluruh potensi masyarakat  (Suta 2000, 17). Di pasar modal para investor dapat secara efisien memantau perusahaan-perusahaan tempat dia telah atau akan berinvestasi, hal ini wajar mengingat otoritas pasar modal telah memberlakukan prinsip transparansi sebagai syarat utama perusahaan-perusahaan yang akan listing di pasar modal.

Perusahaan akan melakukan corporate action dalam rangka memenuhi tujuan-tujuan tertentu misalnya pembayaran kewajiban jatuh tempo, perluasan usaha, meningkatkan likuiditas dan tujuan perusahaan lainnya. Umumnya corporate action mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepentingan pemegang saham,  karena pada corporate action  yang dilakukan umumnya berpengaruh pada jumlah saham yang beredar, komposisi kepemilikan saham, jumlah saham yang akan dipegang pemilik saham serta pengaruhnya terhadap pergerakan harga saham. Salah satu bentuk dari corporate action adalah right issue.   

Berkaitan dengan hal itu penawaran terbatas atau disebut right issue merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk memperoleh sumber dana. Dalam Ghozali dan Solichin (2003), terdapat dua alasan bagi perusahaan untuk melakukan right issue: pertama, dapat mengurangi biaya karena right issue biasanya tidak menggunakan jasa penjamin (underwriter). Kedua, right issue menyebabkan jumlah saham perusahaan yang ada akan bertambah sehingga diharapkan akan meningkatkan frekuensi perdagangan atau yang berarti meningkatkan likuiditas saham.    

Right issue dilakukan dengan menawarkan terlebih dahulu sekuritas baru kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru tersebut pada harga tertentu dan pada jangka waktu tertentu pula. Agar pemegang saham lama berminat untuk membelinya, maka perusahaan akan menawarkan saham baru itu dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar (Ghozali dan Solichin, 2003). Investor lama memiliki preemptive right atau hak untuk lebih dahulu membeli tambahan saham yang diterbitkan agar dapat mempertahankan proporsi kepemilikan mereka sehingga para pemegang saham bisa mempertahankan kekuasaan pengendalian mereka atas perusahaan. Karena merupakan hak, maka investor tidak terikat untuk harus membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan. Apabila investor tidak mau menggunakan haknya, maka dia dapat menjual right yang dimilikinya. Menurut Hartono (1998:74), alasan bagi investor membeli saham hasil right issue adalah membuat mereka lebih mudah mempertahankan proporsi kepemilikan sahamnya dan untuk melindungi dari kemerosotan nilai saham.  

Pengumuman perusahaan yang melakukan right issue, secara teoritis dan empiris telah menyebabkan harga saham bereaksi secara negatif, dan ini adalah kejadian yang diakibatkan oleh systematic risk. Beberapa temuan empiris tersebut diantaranya adalah: Scholes (1972), Marsh (1979), Asquith dan Mullins (1986), Masulis dan Korwar (1986), Myers dan Majluf (1984), Barclay dan Litzenberger (1988), Mikkelson dan Partch (1986), dan Kothare (1997). Temuan empiris tersebut menunjukkan bahwa nilai pasar perusahaan turun sampai 3% pada saat pengumuman penambahan saham baru.

Beberapa temuan empiris tersebut diatas konsisten dengan model signalling theory yang mengasumsikan adanya informasi asimetri diantara berbagai partisipan di pasar modal. Model tersebut menyatakan bahwa pasar akan bereaksi secara negatif karena adanya pengumuman penambahan saham baru yang mengindikasikan adanya informasi yang tidak menguntungkan (bad news) tentang kondisi laba di masa akan datang, khususnya jika dana dari right issue akan digunakan untuk tujuan perluasan investasi yang mempunyai NPV sama dengan 0 atau negatif. Harga saham setelah right issue secara teoritis akan mengalami penurunan. Hal tersebut wajar karena harga pelaksanaan right issue lebih rendah dari harga pasar. Tetapi penurunan harga saham dengan adanya pengumuman right issue berdasarkan bukti-bukti empiris tersebut diatas ditemukan tidak signifikan. Penurunan harga saham hanya berkisar antara 2-3% dan setelah itu terjadi koreksi kenaikan harga saham kembali pada posisi awal sebelum adanya penumuman. 

Menurut Syam dan Harianto (2003), perkembangan harga saham dan volume perdagangan saham di pasar modal merupakan indikator penting untuk mengetahui tingkah laku pasar, yaitu investor. Kebijakan right issue merupakan upaya emiten untuk menghemat biaya emisi serta menambah jumlah saham yang beredar. Jadi dengan adanya right issue, kapitalisasi pasar saham akan meningkat dalam persentase yang lebih kecil daripada persentase jumlah lembar saham yang beredar. Umumnya diharapkan penambahan jumlah lembar saham dipasar akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham tersebut atau dengan kata lain dapat meningkatkan likuiditas saham. 

Kothare (1997) menemukan bukti bahwa likuiditas saham meningkat secara signifikan setelah pengumuman saham baru. Peningkatan volume perdagangan saham tersebut ditemukan mempunyai korelasi dengan perubahan struktur kepemilikan saham, dimana right issue lebih diutamakan untuk tujuan konsentrasi kepemilikan dari pada perluasan kepemilikan. Tetapi Sheehan dkk.(1997) menemukan bukti yang berbeda dengan dengan temuan Kothare, yaitu bahwa likuiditas saham perusahaan yang diukur dengan jumlah volume perdagangan saham meningkat dari keadaan yang normal justru sebelum adanya pengumuman. Peningkatan volume perdagangan saham ini disebabkan adanya aktivitas short selling yang dilakukan oleh para spekulator. 

  Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian Budiarto dan Baridwan (1999) karena peneliti ingin menguji generalisasi hasil dari penelitian ini dengan menggunakan sampel dan estimasi return yang berbeda. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Budiarto dan Baridwan (1999) adalah: sampel yang digunakan pada penelitian terdahulu merupakan perusahaan-perusahaan yang melakukan right issue di Bursa Efek Jakarta tahun 1994-1996. Sedangkan pada penelitian ini sampel yang digunakan yaitu perusahaan-perusahaan yang melakukan right issue di Bursa Efek Jakarta tahun 2000-2004. Motivasi dari penelitian ini adalah peneliti ingin melihat generalisasi hasil jika diteliti pada periode sesudah krisis karena penelitian Budiarto dan Baridwan (1999) dilakukan sebelum krisis moneter sedangkan penelitian ini dilakukan sesudah krisis moneter. Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas, penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul : 

“PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA

(Studi Empiris Pada Perusahaan-perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004)

 

1.2 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah yang diajukan, yaitu sebagai berikut :   

            1. Pengamatan dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang menerbitkan right issue dalam kurun waktu 5 tahun yaitu tahun 2000 – 2004.

            2. Emiten tidak mengeluarkan publikasi informasi lainnya bersamaan dengan pengumuman right issue seperti, publikasi stock split (pemecahan saham), pengumuman merger dan akuisisi, pengumuman deviden, serta bonus share.

            3. Perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan right issue yang dijadikan sampel penelitian harus dalam kondisi laba agar dana dari right issue benar-benar digunakan untuk ekspansi perusahaan.  

 

 

 

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

            1. Apakah pengumuman right issue menghasikan abnormal return bagi investor ?

            2. Apakah ada perbedaan abnormal return saham antara sebelum dan sesudah dikeluarkannya pengumuman right issue ?

            3. Apakah ada perbedaan volume perdagangan saham antara sebelum dan sesudah dikeluarkannya pengumuman right issue? 

 

1.4 Tujuan Penelitian

            1. Untuk memperoleh bukti empiris terdapat abnormal return bagi investor yang disebabkan oleh right issue.

            2. Untuk mengetahui adanya perbedaan abnormal return saham antara sebelum dan sesudah dikeluarkannya pengumuman right issue.

            3. Untuk mengetahui adanya perbedaan volume perdagangan saham antara sebelum dan sesudah dikeluarkannya pengumuman right issue. 

 

1.5 Manfaat Penelitian

            1. Bagi Peneliti :

Menambah pengalaman dalam menulis karya ilmiah dan memperdalam wawasan keilmuan  penulis khususnya mengenai dunia pasar modal.

2. Bagi Pihak Lain :

Sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut serta akan menjadi input guna menambah wawasan dan pengetahuan untuk acuan penelitian-penelitian sejenis berikutnya.

3. bagi Investor :

Sebagai informasi dan bahan masukan dalam pengambilan keputusan investasi yang berkaitan dengan pasar modal khususnya mengenai right issue.

 

 

1.6 Sistematika Pembahasan

 Penulis akan menggunakan sistematika pembahasan sebagai berikut untuk menggambarkan isi dari penulisan hasil penelitian :

 

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan latar belakang penulisan, permasalahan, tujuan serta manfaat penulisan serta sistematika pembahasan

 

BAB II : LANDASAN TEORI

Pada bab ini penulis akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian, tinjauan penelitian terdahulu serta perumusan hipotesis.

 

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini, yang berisi penentuan populasi, sampel dan periode penelitian, variabel penelitian, hipotesis penelitian, metode pengumpulan data, analisa data dan pengujian hipotesis.

 

BAB IV : PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diteliti pengaruh pengumuman right issue terhadap tingkat keuntungan dan likuiditas saham di Bursa Efek Jakarta.

 

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari pembahasan pada bab sebelumnya merupakan isi dari bab ini, disamping itu disertakan pula saran-saran penulis.

 

About these ads

5 Comments

  1. Selamat Malam…
    Saya Mahasiswi Akuntansi… sekarang saya dalam tahap pengajuan usulan penelitian… saya sangat membutuhkan jurnal-jurnal baik nasional maupun internasional pada website Anda… dengan judul Pengaruh Pengumuman IPO dan Right Issue pada Volume Perdagangan Saham, Return Saham, dan Harga saham di Bursa Efek Indonesia (Studi Empiris pada perusahaan-peusahaan yang tedaftar Di BEI periode 2008-2010)..
    Terimakasih :)

  2. sandi says:

    Dapet referensi darimana itu skripsinya gan ?

    cantumin daftar pustakanya dong …

    THANKS. SALAM SUKSES ..

  3. ahmad says:

    Sebelumnya perkenalkan saya mahasiswa akuntansi dalam tahap akhir. Saya sedang membutuhkan jurnal untuk bahan referensi skripsi saya. Saya memerlukan bab I, bab II dan bab III pada website Anda dengan judul PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004). sebelumnya saya ucapkan terimaksih atas bantuannya.

    Salam Sukses

  4. DON says:

    Gimana kalo mengaudit “Right issue” nya???????????

  5. Selamat Sore

    Sebelumnya perkenalkan saya mahasiswa akuntansi dalam tahap akhir. Saya sedang membutuhkan jurnal untuk bahan referensi skripsi saya. Saya memerlukan bab I, bab II dan bab III pada website Anda dengan judul PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004). sebelumnya saya ucapkan terimaksih atas bantuannya.

    Salam Sukses
    Selamat Sore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 96 other followers

%d bloggers like this: